Ingin Turun Berat Badan, Sebaiknya Jalan Kaki atau Lari? Pertimbangkan 4 Hal Ini
Faktakalbar.id, LIFESTYLE –
Jalan kaki dan lari adalah dua olahraga kardio paling populer untuk menurunkan berat badan.
Keduanya murah, mudah diakses, dan sama-sama terbukti menyehatkan, tidak hanya untuk fisik tapi juga untuk mental, seperti mengurangi kecemasan dan depresi.
Namun, perdebatan yang sering muncul adalah: mana yang lebih baik?
Jawabannya tidak sesederhana itu.
Baca Juga:
Gaya Blusukan Bupati Ketapang: Jogging Pagi Sambil ‘Live TikTok’ Dengar Aspirasi Warga
Meskipun lari membakar kalori lebih cepat, pilihan terbaik sangat bergantung pada kondisi tubuh, tujuan, dan
preferensi
pribadi Anda.
Sebelum Anda memutuskan, pertimbangkan empat faktor penting berikut ini.
1. Tujuan Utama: Bakar Kalori Cepat
Jika tujuan utama Anda adalah membakar kalori sebanyak mungkin dalam waktu singkat, lari adalah pemenangnya.
Lari adalah olahraga berintensitas tinggi yang dapat membakar kalori hingga dua kali lipat lebih banyak dibandingkan jalan kaki dalam durasi yang sama.
Sebagai gambaran, seseorang dengan berat 72 kg yang berlari 30 menit (kecepatan 10 km/jam) bisa membakar sekitar 356 kalori.
Sementara dengan jalan kaki (kecepatan 5 km/jam) dalam durasi yang sama, kalori yang terbakar hanya sekitar 156 kalori.
2. Kondisi Tubuh: Risiko Cedera
Ini adalah faktor
krusial
.
Lari adalah olahraga
high-impact
.
Setiap kali Anda melayang di udara, Anda akan mendarat dengan tekanan sekitar tiga kali lipat berat badan Anda.
Hal ini memberikan tekanan besar pada persendian, terutama lutut dan pergelangan kaki. Studi menunjukkan risiko cedera pelari bisa mencapai 19-79 persen.
Di sisi lain, jalan kaki adalah olahraga
low-impact
.
Salah satu kaki Anda akan selalu menapak di tanah, sehingga jauh lebih ramah untuk persendian.
Jika Anda baru memulai, memiliki riwayat cedera, atau kelebihan berat badan, jalan kaki adalah pilihan yang jauh lebih aman.
3. Tingkat Kebugaran: Pemula atau Berpengalaman
Bagi pemula yang kondisi fisiknya belum prima, memulai olahraga dengan langsung berlari bisa sangat berat dan berisiko cedera.
Jalan kaki adalah pintu masuk yang ideal. Anda bisa memulai dengan jalan santai, lalu secara bertahap meningkatkan jarak dan durasi.
Bahkan jalan kaki santai secara rutin dapat mengurangi risiko penyakit jantung hingga 31 persen.
Anda juga bisa membuat jalan kaki lebih menantang dengan memilih rute menanjak atau berjalan lebih cepat (
brisk walking
).
4. Manfaat Kesehatan Jangka Panjang
Dalam hal manfaat kesehatan umum, keduanya seimbang.
Berjalan kaki secara rutin terbukti sama efektifnya dengan lari dalam menurunkan risiko diabetes, kolesterol tinggi, dan tekanan darah tinggi.
Keduanya juga sama-sama berdampak positif pada kesehatan mental.
Jadi, Pilih yang Mana?
Pilih Lari, jika:
Anda ingin membakar kalori secara maksimal, kondisi fisik Anda prima, tidak memiliki masalah persendian, dan Anda menikmati olahraga berintensitas tinggi.
Pilih Jalan Kaki, jika:
Anda adalah pemula, memiliki riwayat cedera sendi, ingin olahraga yang lebih santai, atau fokus utama Anda adalah konsistensi jangka panjang tanpa risiko cedera.
Pada akhirnya, olahraga terbaik adalah olahraga yang Anda nikmati dan bisa Anda lakukan secara konsisten.
Baca Juga:
Bukan Jalan Santai, Ini Syarat Jalan Kaki yang Direkomendasikan untuk Jaga Kesehatan Jantung
(*Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.