Ini 4 Hal yang Kurang Pas Jika Sekolah Diadakan Daring
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Wacana kembalinya sistem sekolah
daring (
online
)
sering kali memicu perdebatan hangat di kalangan orang tua dan tenaga pendidik.
Meskipun teknologi menawarkan fleksibilitas, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa ruang kelas fisik memiliki esensi yang sulit digantikan oleh layar monitor.
Pendidikan bukan sekadar transfer data dari guru ke murid, melainkan proses sosial yang kompleks.
Berdasarkan evaluasi dari berbagai praktisi pendidikan, ada beberapa aspek
fundamental
yang sering kali terabaikan saat sekolah dipaksakan berjalan secara daring.
Baca Juga:
Sekolah Daring Dibatalkan, Kadisdikbud Pontianak: Siswa Sulit Bertanya Jawab Jika Tidak Tatap Muka
Berikut adalah 4 hal yang kurang pas jika sekolah diadakan daring:
1. Terhambatnya Interaksi Dua Arah Secara Langsung
Salah satu kendala utama sistem daring adalah terbatasnya ruang untuk bertanya jawab secara spontan.
Di dalam kelas tatap muka, guru dapat langsung membaca ekspresi wajah siswa yang kebingungan dan memberikan penjelasan tambahan saat itu juga.
Secara daring, komunikasi sering kali terhambat oleh kendala teknis atau rasa canggung, sehingga proses pemahaman materi menjadi tidak maksimal karena minimnya dialog
real-time
.
2. Hilangnya Ruang Sosialisasi dan Pembentukan Karakter
Sekolah adalah laboratorium sosial bagi anak-anak.
Di sana, mereka belajar berempati, bekerja sama dalam tim, hingga menyelesaikan konflik dengan teman sebaya.
Lingkungan daring cenderung mengisolasi siswa secara fisik, yang dalam jangka panjang dapat memengaruhi kecerdasan emosional dan keterampilan sosial mereka.
Karakter disiplin dan etika berkomunikasi lebih mudah dibentuk melalui observasi langsung di lingkungan sekolah.
3. Kesenjangan Fokus dan Pengawasan Belajar
Rumah tidak selalu menjadi lingkungan yang ideal untuk belajar bagi semua siswa.
Gangguan suara, godaan perangkat hiburan, hingga kurangnya pendampingan orang tua yang bekerja membuat konsentrasi siswa mudah terpecah.
Tanpa kehadiran fisik seorang guru yang mengawasi jalannya kelas, motivasi belajar siswa cenderung menurun dan tugas-tugas sekolah sering kali dianggap sebagai beban administratif semata, bukan proses ilmu pengetahuan.
4. Beban Psikologis Akibat Paparan Layar yang Berlebihan
Menatap layar komputer atau ponsel selama berjam-jam setiap hari dapat memicu kelelahan mental dan fisik atau
digital fatigue
.
Selain dampak buruk pada kesehatan mata, kurangnya aktivitas fisik selama sekolah daring juga berpengaruh pada kebugaran siswa.
Rasa jenuh yang menumpuk akibat minimnya variasi aktivitas luar ruangan dapat menurunkan kualitas kesehatan mental siswa dan tenaga pendidik secara signifikan.
Baca Juga:
Cegah Siswa Alami Learning Loss, Menko PMK Tegaskan Kebijakan Sekolah Daring Batal
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.