faktakalbar

Ini Tanggal Lebaran Idulfitri 2025 Menurut Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah

Penulis: Redaksi Wednesday, 26 March 2025 📖 2 menit
Ini Tanggal Lebaran Idulfitri 2025 Menurut Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Puasa Ramadhan telah memasuki minggu terakhir, masyarakat mulai mencari tanggal kapan Idulfitri 2025 akan dirayakan. Jatuhnya tanggal 1 Syawal 1446 H akan menjadi hari di mana Idulfitri 2025 dirayakan oleh umat muslim di Indonesia. Masyarakat Indonesia memiliki beberapa rujukan terkait prediksi dan penetapan jatuhnya tanggal 1 Syawal, Perbedaan penentuan 1 Syawal itu didasarkan pada pemilihan metode penentuan yang digunakan oleh masing-masing lembaga. Baca juga:  Menjelang Idulfitri 2025: Prabowo Pastikan Stok Pangan Stabil dan Harga Terkendali Lebih lanjut, berikut adalah perkiraan tanggal 1 Syawal 1446 H atau Idulf itri 2025 menurut Muhammadiyah, NU, dan Pemerintah Muhammadiyah Muhammadiyah jauh-jauh hari sudah menetapkan kapan Idulfitri 2025 yang tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2025. Dalam maklumat tersebut, Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1446 Hijriyah jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Baca juga:  Pemerintah Kota Pontianak Batasi Operasional Angkutan Barang Selama Idulfitri 2025 Penetapan itu didasarkan pada hasil hisab dengan menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yang merupakan perhitungan astronomi untuk menentukan awal bulan Hijriah tanpa menunggu rukyatul hilal. Nahdatul Ulama (NU) Sementara Nahdlatul Ulama (NU) belum menentukan jadwal Idulfitri 2025 atau 1 Syawal 1446 H. Dalam menentukan awal bulan Syawal, NU menggunakan metode rukyat (melihat peredaran bulan baru), di mana akan dilakukan pengamatan hilal saat matahari terbenam menjelang akhir bulan Ramadhan. Pada tahun-tahun sebelumnya, jadwal Idulf itri yang ditetapkan NU sama seperti keputusan pemerintah. Baca juga:  Pemerintah Impor 180 Ribu Ton Daging Sapi untuk Stabilkan Harga Jelang Idulfitri 2025 "Penentuan awal bulan Hijriyyah yang dipedomani Nahdlatul Ulama (termasuk di dalamnya penentuan awal Ramadhan dan hari raya Idulfitri/Idul Adha) adalah berdasarkan rukyah hilal sebagai ibadah yang bersifat fardhu kifayah," keterangan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) dikutip dari laman NU Online Jabar pada Jumat (21/03). Pemerintah Kepastian kapan Lebaran 2025 di Indonesia versi Pemerintah masih menunggu keputusan sidang Isbat Kementerian Agama (Kemenag). Rencananya, sidang isbat penentuan 1 Syawal 1446 H akan dilaksanakan pada 29 Maret 2025. Merujuk pada Kalender Hijriah 2025 terbitan Kemenag RI, Idulfitri 2025 jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Jadwal tersebut masih berupa prediksi dan bisa berubah. Pemerintah RI akan menetapkan 1 Syawal 1446 H secara resmi melalui sidang isbat yang dilaksanakan pada akhir Ramadhan. Mengutip laman Kemenag RI, pemerintah akan menggunakan metode hisab atau perhitungan astronomi terlebih dahulu dalam penentuan 1 Syawal. Baca juga:  Kemenag Siapkan 125 Titik Pemantauan Hilal Awal Ramadan 1446 H Data hasil hisab kemudian akan diverifikasi melalui metode rukyat atau pemantauan hilal. Direncanakan, pemantauan hilal penentuan awal Syawal dilakukan di 33 titik di Indonesia. Titik tersebut berada di masing-masing provinsi kecuali Bali karena sedang dalam suasana Nyepi. Sesudahnya, seluruh data akan dimusyawarahkan dalam sidang isbat penentuan Idulfitri atau 1 Syawal 2025. Baru kemudian pemerintah mengumumkan tanggal jatuhnya Idulfitri 2025 secara resmi di hari yang sama melalui konferensi pers. Pemerintah akan melakukan sidang isbat penentuan Lebaran Idulfitri 2025 atau 1 Syawal 1446 H pada Sabtu, 29 Maret 2025 . Pelaksanaannya dilakukan secara tertutup dengan diikuti perwakilan duta besar negara sahabat, ahli falak, perwakilan organisasi Islam, dan sejumlah lembaga. Hasil sidangnya pada konferensi pers nantinya akan diumumkan langsung oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Demikian ulasan mengenai penetapan Idulfitri 1 Syawal 2025 versi Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah dari beberapa sumber. Semoga berguna!

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK