faktakalbar

Inovasi Teknologi Percepat Kerusakan Lingkungan Global

Penulis: Redaksi Saturday, 24 January 2026 📖 1 menit
Inovasi Teknologi Percepat Kerusakan Lingkungan Global
Faktakalbar.id, PONTIANAK - Pakar Filsafat Rocky Gerung menyoroti dampak kerusakan lingkungan yang masif di balik pesatnya inovasi teknologi digital. Dalam diskusi di Pontianak Convention Center , Kamis (22/1/2026), ia menegaskan bahwa teknologi saat ini melampaui kemampuan bumi untuk memperbaiki diri . Rocky memaparkan bahwa mesin kecerdasan buatan membutuhkan pasokan energi yang sangat besar untuk tetap aktif selama 24 jam penuh . Keinginan manusia untuk terus mempercepat inovasi justru memaksa penggalian sumber daya alam secara berlebihan . "Kalian merusak teknologi, melampaui kemampuan bumi untuk memperbaiki," tegas Rocky pada 22 Januari 2026 . Baca Juga: Rocky Gerung Sebut Teknologi Tak Punya Qolbu Ia menambahkan bahwa pengoperasian teknologi canggih saat ini membutuhkan energi lima kali lipat lebih besar dari kebutuhan normal karena mesin harus terus mengompilasi data . Paradoks Pertumbuhan Ekonomi dan Jejak Ekologis Rocky mempertanyakan ambisi pengejaran pertumbuhan ekonomi sebesar 6 hingga 9 persen melalui bantuan teknologi . Ia menilai pertumbuhan tersebut menghasilkan jejak ekologis yang sangat merusak bagi ekosistem global . Eksploitasi bumi yang terus berlangsung demi teknologi pada akhirnya menghilangkan fungsi alam dalam memberikan kesejukan bagi manusia . Baca Juga:  Rocky Gerung Dukung Jambore Karhutla 2025: Kampanye Serius Hijaukan Indonesia "Pertanyaan teknisnya, berapa persen kerusakan ekonominya? Berapa persen ecological footprint yang dihasilkan?" ujar Rocky dalam forum tersebut . Menurutnya, teknologi masuk ke tengah masyarakat bukan lagi sebagai pemenuh kebutuhan, melainkan sebagai bentuk kelemahan manusia yang dieksploitasi oleh sistem ekonomi . (*Sr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK