Instruksi Tegas Prabowo: Aparat Diminta 'Sikat Habis' Tambang Ilegal di Seluruh Negeri
Faktakalbar.id, NASIONAL -
Presiden Prabowo Subianto
memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran aparat penegak hukum untuk menggencarkan dan memperluas operasi penertiban praktik pertambangan ilegal di seluruh wilayah Indonesia.
Langkah ini diambil sebagai upaya strategis untuk menyelamatkan aset dan kekayaan negara yang nilainya ditaksir mencapai triliunan rupiah.
Baca Juga:
Prabowo Ungkap Kerugian Negara Rp300 Triliun Akibat Tambang Ilegal di Bangka Belitung
Arahan tersebut disampaikan Presiden di sela-sela agenda penyerahan barang rampasan negara dari kasus korupsi tata niaga timah kepada PT Timah Tbk di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, pada hari Senin.
Prabowo memuji sinergi antar lembaga yang telah menunjukkan hasil positif dan meminta agar kinerja tersebut terus ditingkatkan.
“Ini prestasi yang membanggakan sehingga kita teruskan. Jaksa Agung, Panglima TNI, Bea Cukai, Badan Keamanan Laut, teruskan. Kita selamatkan kekayaan negara untuk rakyat kita,” tegas Presiden.
Barang rampasan yang diserahkan merupakan aset sitaan Kejaksaan Agung dalam mega-kasus korupsi timah yang merugikan negara hingga Rp300 triliun.
Aset tersebut mencakup enam unit
smelter
milik PT Tinindo Internusa dan beberapa perusahaan lain seperti PT Stanindo Inti Perkasa (SIP) serta PT Venus Inti Perkasa, dengan nilai total diperkirakan mencapai Rp6 triliun hingga Rp7 triliun.
Keberhasilan ini, menurut Presiden, menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memberantas kejahatan kerah putih yang menggerogoti sumber daya alam bangsa.
“Jadi, ini suatu bukti bahwa pemerintah serius sudah bertekad untuk memberantas penyelundupan, membasmi
illegal mining
, membasmi semua yang melanggar hukum,” ujarnya.
Presiden juga mengungkap data mengejutkan bahwa praktik penyelundupan hasil tambang, khususnya timah, sudah sangat masif. Ia menyebut bahwa sebelumnya, hampir 80 persen produksi timah nasional bocor ke luar negeri secara ilegal.
“Hampir 80 persen hasil timah, setiap tahun diselundupkan,” ungkap Prabowo.
Modus penyelundupan pun beragam, mulai dari kapal besar hingga perahu kecil.
Baca Juga:
Prabowo Instruksikan Operasi Besar-besaran, Tutup 1.000 Tambang Ilegal dan Jalur Penyelundupan Timah di Bangka Belitung
Namun, Presiden memastikan semua jalur tikus tersebut kini telah ditutup rapat oleh aparat.
“Kita tutup dan nyelundupnya macam-macam, ada yang pakai kapal, ada yang pakai feri, sekarang tutup, tidak bisa keluar, sampan pun tidak bisa keluar,” katanya.
Dengan digalakkannya operasi penertiban praktik pertambangan ilegal di seluruh penjuru negeri, Kepala Negara optimistis pemerintah mampu menyelamatkan keuangan negara hingga Rp22 triliun sampai akhir tahun ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.