faktakalbar

4 Tips Intermittent Fasting Aman untuk Asam Lambung dan GERD, Wajib Konsultasi Dokter

Penulis: Dimas Tuesday, 28 October 2025 📖 2 menit
4 Tips Intermittent Fasting Aman untuk Asam Lambung dan GERD, Wajib Konsultasi Dokter
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Intermittent fasting (IF) adalah pola puasa dengan jeda waktu tertentu yang populer untuk menjaga berat badan dan memperbaiki metabolisme. Namun, muncul pertanyaan besar, apakah Intermittent Fasting Aman untuk Asam Lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)? Menurut Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia , dr. Santi, pada dasarnya orang dengan riwayat asam lambung tetap bisa melakukan IF. Syaratnya adalah cara yang digunakan harus tepat dan disesuaikan dengan kondisi tubuh. "Namun, tetap harus dengan perencanaan yang hati-hati," ujar dr. Santi. Ia menambahkan pentingnya konsultasi. “(Sebaiknya) konsultasi ke tenaga kesehatan sebelumnya,” saran dr. Santi kepada Kompas.com , Sabtu (25/10/2025). Berikut adalah Tips Intermittent Fasting untuk GERD dan pengidap asam lambung agar tetap aman, menurut dr. Santi. 1. Pilih Jenis Puasa yang Fleksibel Bagi yang punya riwayat GERD, tidak disarankan langsung menerapkan jenis IF yang terlalu ketat. Dr. Santi menyarankan untuk memilih jenis puasa yang lebih fleksibel agar lambung tidak bekerja terlalu berat. Dua jenis puasa yang bisa dipertimbangkan adalah: Wet Intermittent Fasting: Saat jendela puasa, orang boleh minum sepanjang cairan yang diminum tidak mengandung kalori atau mengandung sangat sedikit kalori sehingga dapat diabaikan. Dirty Intermittent Fasting: Saat jendela puasa, orang masih boleh konsumsi maksimal 100 kalori. “Pilih IF yang jenis wet IF... atau pilih jenis dirty IF,” jelasnya. Dengan cara ini, tubuh dapat beradaptasi tanpa memaksa lambung benar-benar kosong dalam waktu yang terlalu lama. Baca Juga: Dada Ayam Tinggi Protein Anti Hambar: Ini 6 Cara Memasak yang Tepat untuk Diet Sehat 2. Atur Durasi Puasa yang Masuk Akal Durasi puasa adalah faktor yang sangat penting bagi penderita asam lambung. Puasa yang terlalu panjang berisiko besar membuat asam lambung naik dan memicu gejala GERD. Oleh karena itu, dr. Santi menyarankan agar para penderita asam lambung tidak memaksakan diri dengan pola ekstrem. “Pilih jam puasa yang tidak terlalu panjang misalnya puasa hanya 12 atau 14 jam saja,” ujarnya. Waktu puasa yang lebih singkat memberi kesempatan tubuh beradaptasi tanpa mengganggu sistem pencernaan. 3. Perhatikan Pola dan Jenis Makanan Kesalahan sering terjadi saat menjalani IF. Kesalahan itu adalah makan berlebihan saat jendela makan dibuka. Hal ini justru membuat lambung bekerja terlalu keras dan memperburuk kondisi lambung. “Hindari makan kekenyangan saat buka puasa dan saat jendela makan,” kata dr. Santi. Selain porsi, jenis makanan juga krusial. Penderita GERD harus lebih selektif terhadap makanan dan minuman. Ia mengingatkan untuk: “Hindari makanan (asam, pedas, berminyak) dan minuman (asam, soda, kopi, cokelat) yang berpotensi memicu GERD.” Memperhatikan jenis asupan adalah kunci agar Intermittent Fasting Aman untuk Asam Lambung. Baca Juga: Rekomendasi Makanan Tinggi Serat untuk Diet, Bantu Turunkan Berat Badan Ideal 4. Dukung dengan Gaya Hidup Sehat Menjalani intermittent fasting harus dibarengi dengan gaya hidup yang mendukung kesehatan lambung secara keseluruhan. Menurut dr. Santi, penting untuk: “Barengi dengan gaya hidup yang lain seperti cukup tidur, mengelola stres, rutin olahraga.” Terakhir, penderita asam lambung harus mendengarkan tubuhnya sendiri. Bila ada tanda-tanda ketidaknyamanan, seperti nyeri ulu hati atau mual, sebaiknya hentikan sementara pola IF dan lakukan evaluasi. “Perhatikan sinyal tubuh dalam memberi respons IF... Jika ada keluhan, diskusikan dengan tenaga kesehatan,” tutupnya. Kunci keberhasilan bagi penderita GERD bukan pada ketatnya puasa, melainkan bagaimana tubuh bisa tetap nyaman dan sehat selama proses adaptasi. (*Drw)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK