faktakalbar

Intrusi Air Laut Meningkat, Kadar Garam Air PDAM Pontianak Lampaui Ambang Batas

Penulis: Redaksi Friday, 13 March 2026 📖 1 menit
Intrusi Air Laut Meningkat, Kadar Garam Air PDAM Pontianak Lampaui Ambang Batas
Faktakalbar.id, PONTIANAK - Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa Pontianak mengeluarkan peringatan terkait penurunan kualitas air baku akibat fenomena intrusi air laut yang semakin menguat. Berdasarkan data terbaru per Jumat, (13/3/2026) pukul 08.00 WIB, kadar garam atau salinitas pada air baku di sejumlah wilayah pelayanan terpantau melonjak signifikan di atas ambang batas normal. Pihak Perumda menjelaskan bahwa peningkatan kadar garam ini secara langsung memengaruhi kualitas air yang didistribusikan ke rumah pelanggan. Fenomena alam ini terjadi akibat masuknya air laut ke aliran sungai yang menjadi sumber utama air baku PDAM, terutama saat musim kemarau atau debit air sungai menurun. Baca Juga:  Transparansi Layanan Air Bersih, Inovasi Baca Meter Mandiri PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak Diakui Nasional Data Lonjakan Salinitas di Berbagai Wilayah Hasil pengukuran laboratorium menunjukkan angka yang cukup mengkhawatirkan di beberapa titik pantau. Meski ambang batas normal yang ditetapkan adalah lebih kecil sama dengan 300  mg/l, hampir seluruh wilayah menunjukkan angka yang jauh lebih tinggi: Nipah Kuning: Menjadi wilayah dengan dampak terparah, mencapai angka 1493 mg/l pada pukul 08.00 WIB. Sei Jawi Luar: Tercatat berada di angka 1252 mg/l. Selat Panjang: Mencapai 613 mg/l. Imbon & Parma: Masing-masing berada di angka 487 mg/l dan 310 mg/l. Hanya untuk Mandi dan Cuci Menyikapi kondisi ini, manajemen Perumda Tirta Khatulistiwa mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam penggunaan air dialirkan. Air PAM untuk sementara waktu disarankan hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan mandi dan cuci saja. "Air PAM hanya digunakan untuk kebutuhan mandi dan cuci, bukan untuk keperluan konsumsi," tulis peringatan resmi tersebut melalui unggahan media sosial. Masyarakat diminta untuk menyediakan sumber air alternatif atau menggunakan air galon/isi ulang untuk keperluan minum dan memasak hingga kadar salinitas kembali normal. Pihak PDAM juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan dan terus memantau perkembangan kualitas air baku secara berkala melalui sistem SIMPRODIS. Baca Juga:  4 Cara Bayar Tagihan PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak (Online dan Offline) (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK