Investasi Batu Mulia: Jenis, Harga, dan Fakta Menarik di Baliknya
Faktakalbar,id, LIFESTYLE -
Batu mulia kerap dijadikan simbol kekayaan oleh kalangan elit. Banyak orang kaya mengoleksi batu-batu berharga ini bukan hanya sebagai perhiasan, tetapi juga sebagai bentuk investasi dan tabungan jangka panjang.
Tak heran jika para penambang rela menyusuri pegunungan hingga lembah untuk menemukan batu mulia. Lokasi terpencil pun dijelajahi demi mendapatkan keuntungan besar dari batu-batu bernilai tinggi ini.
Secara umum, batu mulia yang paling dikenal di dunia adalah emas, berlian, platinum, dan rubi. Di antara keempatnya, emas masih menjadi primadona karena nilai dan kestabilannya sebagai logam mulia.
Baca Juga:
Janggal 47 Keping Emas Sitaan Cuma Seberat 32 Kg, GNPK Kalbar Minta Propam Polda Selidiki
Emas, Logam Mulia Paling Dicari
Emas ditemukan dalam bentuk bongkahan, urat batuan, maupun endapan aluvial. Meski langka, logam mulia ini memiliki berbagai kegunaan selain sebagai perhiasan.
“China adalah produsen emas terbesar di dunia, dengan produksi mencapai 440 ton setiap tahun,” tulis laporan industri pertambangan global.
Sekitar 50% emas yang ditambang digunakan untuk perhiasan, 40% untuk investasi, dan sisanya untuk keperluan industri, seperti komponen elektronik karena emas memiliki konduktivitas tinggi dan tahan terhadap korosi.
Tak heran jika investasi emas terus diminati. Orang kaya umumnya mengoleksi koin emas, batangan, hingga perhiasan mewah sebagai bentuk lindung nilai terhadap inflasi.
Lithium, Bukan Batu Mulia Tapi Bernilai Tinggi
Meski bukan batu mulia sejati, lithium berasal dari batu petalite dan kini menjadi elemen bernilai tinggi karena penggunaannya di industri elektronik dan kendaraan listrik.
Industri lithium yang berkembang pesat kini bernilai lebih dari satu miliar dolar. Bahkan, pada tahun 2020, lithium ditetapkan sebagai logam kritis global.
Harga lithium melonjak drastis, naik antara 1000% hingga 6000% hanya dalam 12 bulan. Bagi investor, saham perusahaan pertambangan lithium adalah aset wajib.
Jadeite, Varian Giok Paling Langka
Jika Anda mengenal batu giok, maka Jadeite adalah versi paling murni dan mahalnya. Warna batu ini bervariasi dari hijau muda hingga ungu kebiruan, bahkan ada yang berwarna biru murni.
Mayoritas Jadeite berkualitas tinggi ditemukan di Myanmar. Tak sedikit perhiasan dari Jadeite yang harganya melebihi mobil-mobil mewah.
Serendibite, Rp 29 Miliar Per Karat
Serendibite ditemukan pertama kali pada 1902 di Sri Lanka dan dikenal sebagai batu mulia dengan harga fantastis: mencapai USD 1,8 juta atau sekitar Rp 29,34 miliar per karat.
Batu ini biasanya berwarna hijau kebiruan hingga ungu gelap, dan juga ditemukan di Myanmar. Kelangkaannya membuat batu ini sangat diminati kolektor.
Garnet Biru, Batu yang Bisa Berubah Warna
Garnet sudah lama digunakan sebagai perhiasan, tetapi garnet biru baru ditemukan pada 1990 di Madagaskar. Batu ini unik karena mampu berubah warna dari biru kehijauan menjadi ungu tergantung pada pencahayaan.
Fenomena ini disebabkan kandungan vanadium yang tinggi. Karena keunikan tersebut, garnet biru sering disamakan dengan alexandrite yang juga sangat mahal.
Painite, Dari Batu Tak Bernama Jadi Permata Langka
Painite ditemukan di Myanmar dan awalnya disangka batu delima. Namun, setelah diteliti, ternyata batu ini adalah formasi mineral baru yang sangat langka.
Harga painite bisa mencapai USD 55.000 atau sekitar Rp 896 juta per karat. Meski kini lebih banyak ditemukan, batu ini tetap tergolong langka dan bernilai tinggi.
Baca Juga:
Argentina Guncang Dunia! Tambang Tembaga, Emas, dan Perak Terbesar Terkuak
Tag:
#kalbar
#garnet biru
#painite
#jadeite
#lithium
#batu mulia
#logam mulia
#Emas
#FaktaKalbar.id
#Kalimantan Barat
#investasi
#batu permata
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.