faktakalbar

IPM Pontianak Tinggi, Tapi Angka Pengangguran Mengganjal

Penulis: Redaksi Friday, 30 January 2026 📖 2 menit
IPM Pontianak Tinggi, Tapi Angka Pengangguran Mengganjal
Faktakakalbar.id, PONTIANAK - Kota Pontianak mencatatkan prestasi gemilang dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menembus angka 82,80. Namun, di balik capaian positif tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak masih menghadapi tantangan serius berupa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang angkanya masih berada di atas rata-rata provinsi maupun nasional. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, membuka data tersebut secara transparan dalam Forum Konsultasi Publik Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Pontianak Tahun 2027 di Aula SSA Kantor Wali Kota, Kamis (29/1/2026). Baca Juga:  Pontianak Fokus Benahi Jalan dan Sekolah di 2027 Edi mengakui bahwa meskipun indikator makro ekonomi menunjukkan tren positif, masalah pengangguran masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas. Data menunjukkan TPT Pontianak berada di angka 7,91 persen. Angka ini tercatat lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata TPT Provinsi Kalimantan Barat dan Nasional. Paradoks Kualitas Manusia dan Lapangan Kerja Secara kualitas hidup, warga Pontianak sebenarnya sangat unggul. Edi memaparkan bahwa IPM Kota Pontianak sebesar 82,80 berhasil melampaui IPM Provinsi Kalbar (72,09) dan IPM Nasional (75,90). “Capaian ini terbentuk dari meningkatnya usia harapan hidup yang mencapai 75,96 tahun, harapan lama sekolah 15,07 tahun, rata-rata lama sekolah 10,48 tahun, serta pengeluaran per kapita yang disesuaikan sebesar Rp16,7 juta per tahun,” jelas Edi. Selain itu, angka kemiskinan juga berhasil ditekan hingga tersisa 4 persen saja, jauh lebih rendah dari angka kemiskinan provinsi (6,16 persen) dan nasional (8,47 persen). Inflasi pun terkendali di angka 1,5 persen. Fokus Ekonomi Inklusif 2027 Tingginya angka pengangguran di tengah kualitas manusia yang baik inilah yang mendasari arah kebijakan pembangunan tahun 2027. Edi menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi ke depan tidak boleh hanya mengejar angka pertumbuhan semata, tetapi harus berkualitas dan mampu menyerap tenaga kerja. Pemkot Pontianak merancang strategi agar kue pembangunan dapat membuka peluang kerja lebih luas guna mengurangi kesenjangan. Baca Juga:  Bukan Cuma Ibu-Ibu, BKMT Pontianak Rangkul Jemaah Pria Edi berharap forum konsultasi publik ini menghasilkan rumusan konkret untuk menjawab tantangan tersebut. “Mudah-mudahan melalui forum konsultasi publik ini kita mendapatkan rumusan strategi pembangunan yang tepat. Setidaknya RKPD 2027 dapat terus meningkatkan pelayanan publik, daya saing kota, dan mencapai bahkan melampaui target-target pembangunan yang telah ditetapkan,” katanya. (*Sr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK