faktakalbar

"The Power of Emak-Emak": Istri Nelayan Desa Pelapis Sukses Tembus Pasar Industri Lewat Olahan Ikan

Penulis: Redaksi Friday, 23 January 2026 📖 2 menit
"The Power of Emak-Emak": Istri Nelayan Desa Pelapis Sukses Tembus Pasar Industri Lewat Olahan Ikan
KAYONG UTARA – Wajah Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, kini punya rona baru. Jika biasanya musim paceklik menjadi momok menakutkan bagi pendapatan keluarga nelayan, kini cerita itu mulai berubah berkat tangan dingin para "Srikandi Pesisir" . Puluhan ibu rumah tangga di desa ini tak lagi hanya menunggu suami pulang melaut. Mereka kini bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi baru melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang produktif. Transformasi ini bermula dari inisiatif PT Dharma Inti Bersama (DIB) , pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) . Melihat potensi besar namun minim aktivitas saat musim sulit ikan, PT DIB menggandeng 64 istri nelayan dari tiga dusun untuk terjun ke dunia wirausaha. Suaibah , Ketua Kelompok Pengolahan Bakso Ikan Desa Pelapis, menjadi saksi hidup perubahan ini. Ia menceritakan bagaimana mentalitas ibu-ibu di desanya berubah drastis. "Dulu kalau tidak ada ikan, kami hanya di rumah. Sekarang, kami bisa tetap bekerja dan punya penghasilan tambahan. Waktu bakso buatan kami terjual, kami merasa senang dan semakin semangat," ungkap Suaibah dengan mata berbinar. Baca Juga:  Bersihkan Cerobong, Dua Pekerja PLTU Sukabangun Ketapang Tewas Tertimbun Debu Bukan sekadar pelatihan, program ini mencetak hasil nyata. Dalam sekali siklus produksi, kelompok ibu-ibu ini mampu menghasilkan: 86 Kilogram Bakso Ikan. 45 Kilogram Nugget Ikan. Tak hanya mengolah hasil tangkapan laut, mereka juga sukses membudidayakan ikan lele. Panen perdana pada Januari 2026 mencatatkan angka fantastis: 700 kilogram lele . Ikan-ikan ini tidak dijual mentah, melainkan diberi nilai tambah dengan cara dimarinasi, dikemas vakum agar awet, dan dipasarkan langsung ke kawasan industri. Tercatat, 1.040 kemasan produk olahan lele ludes terjual ke KIPP . Salah satu tantangan terbesar UMKM desa biasanya adalah pemasaran. Namun, masalah ini teratasi lewat ekosistem yang dibangun PT DIB. Seluruh produk olahan "Emak-emak" Desa Pelapis ini langsung diserap oleh Kawasan Industri Pulau Penebang. Baca Juga:  Polres Kayong Utara Perkuat Sinergi Lintas Sektoral Demi Target Swasembada Jagung 2026 Hal ini diapresiasi oleh Hendra Budjang , Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kayong Utara. "Desa ini memiliki keunggulan yang tidak dimiliki peternak lele di daerah lain, yakni adanya kepastian pasar," ujar Hendra saat menghadiri panen perdana. Bagi Sundusiyah dan Misnah, ibu rumah tangga dari Dusun Kelawar, program ini adalah nafas baru. "Kalau tidak musim ikan, kami tetap bisa beraktivitas dan membantu ekonomi keluarga. Usaha seperti ini bagus dan harus dicoba," tutur mereka kompak. Kisah Desa Pelapis adalah bukti nyata bahwa ketika perempuan diberdayakan dan diberi akses pasar yang jelas, ketahanan ekonomi keluarga bukan lagi sekadar impian, bahkan di pulau sekalipun. (*Red/Ryle)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK