faktakalbar

Padukan Konservasi dan Adat, Titiek Soeharto Pimpin Penanaman Edelweiss di Bromo

Penulis: Redaksi Tuesday, 16 December 2025 📖 1 menit
Padukan Konservasi dan Adat, Titiek Soeharto Pimpin Penanaman Edelweiss di Bromo
Faktakalbar.id, PROBOLINGGO – Upaya mensinergikan pelestarian alam dengan pemeliharaan tradisi budaya masyarakat terus digalakkan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Komisi IV DPR RI secara resmi menyatakan dukungannya terhadap program budidaya bunga Edelweiss melalui aksi penanaman langsung di lokasi. Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto atau yang akrab disapa Titiek Soeharto , memimpin langsung kegiatan penanaman bibit Edelweiss jenis Anaphalis longifolia . Baca Juga:  Momen PM Jepang Sapa Presiden Prabowo Hingga Geser Kursi di KTT APEC, Netizen: “99+ Panggilan Tak Terjawab dari Bu Titiek” Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Cemoro Lawang, yang merupakan salah satu pintu masuk utama menuju kawasan wisata Bromo, pada Jumat (12/12/2025). Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan kelestarian ekosistem pegunungan sekaligus mengakomodasi kearifan lokal masyarakat Suku Tengger yang kerap menggunakan bunga ini dalam ritual adat. Pesona Bunga Abadi Usai melakukan penanaman, Titiek Soeharto mengungkapkan kekagumannya terhadap flora endemik pegunungan tersebut. Menurutnya, Edelweiss memiliki daya tarik tersendiri karena ketahanannya dan habitat tumbuhnya yang spesifik. “Tanam Edelweiss itu memang indah sekali. Bunga yang tumbuh hanya di ketinggian, di gunung-gunung dengan ketinggian 1.300-an (mdpl). Dan itu bunga forever (bunga abadi), tidak bakal layu,” ujar Titiek di lokasi kegiatan. Baca Juga:   Beroperasi 15 Tahun, KPK Bongkar Praktik Tambang Emas Ilegal di Dekat Taman Nasional Komodo Penanaman ini memiliki makna ganda yang sangat penting. Di satu sisi, budidaya ini mencegah pengambilan Edelweiss liar di zona inti taman nasional yang dilindungi undang-undang. Di sisi lain, ketersediaan bunga hasil budidaya menjamin masyarakat adat tetap dapat menjalankan tradisi tanpa harus merusak alam. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK