faktakalbar

Jalan Nasional Putus Total, BNPB Dampingi Perbaikan Akses dan Pencarian Korban di Sumbar

Penulis: Redaksi Wednesday, 10 December 2025 📖 2 menit
Jalan Nasional Putus Total, BNPB Dampingi Perbaikan Akses dan Pencarian Korban di Sumbar
Faktakalbar.id, PADANG PANJANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) memperkuat pendampingan penanganan bencana di Sumatera Barat. Tidak hanya mengaktifkan Pos Pendamping Nasional (Pospenas) di tingkat provinsi, Kepala BNPB juga menginstruksikan pejabatnya untuk terjun langsung memantau pos komando (posko) di tingkat kabupaten dan kota, termasuk di Kota Padang Panjang. Baca Juga: Tinjau Banjir Aceh Tamiang, Kepala BNPB Pastikan Pembersihan RSUD dan Distribusi Logistik Lancar Langkah ini terlihat saat perwakilan BNPB hadir memberikan dukungan moril kepada tim gabungan pencarian dan pertolongan (SAR) di Kota Padang Panjang pada hari ke-12 operasi, Selasa (9/12). Apel pagi digelar sebelum operasi dimulai guna memetakan titik target serta memastikan prosedur keamanan bagi personel dari Basarnas, TNI, Polri, PMI, dan BPBD. Tantangan Cuaca di Lembah Anai Operasi yang dipimpin oleh Basarnas ini menghadapi tantangan cuaca yang cukup berat. Berdasarkan pantauan di lapangan pada siang hari, kawasan Lembah Anai diguyur hujan lebat. Kondisi ini sempat mengganggu jalannya operasi pencarian di Padang Panjang karena risiko keselamatan personel. Penanggung jawab BNPB wilayah Padang Panjang, Rudi Supriyadi, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau kebutuhan sumber daya di lapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan proses pencarian korban yang masih hilang dapat berjalan optimal selama masa perpanjangan. “Komitmen klaster pencarian dalam mencari korban yang hilang optimal dalam memasuki tambahan tiga hari ke-2 dan memberikan kepercayaan masyarakat bahwa pemerintah dan pemerintah daerah siap melaksanakan pencarian bagi korban yang saat ini belum ditemukan di Lembah Anai, Kota Padang Panjang,” ujar Rudi Supriyadi. Selain fokus pada pencarian korban, BNPB juga melakukan pendampingan dalam pendataan kerusakan infrastruktur. Hal ini mencakup estimasi nilai usulan perbaikan jalan dan jembatan serta pemenuhan bantuan logistik yang mendesak. Baca Juga: Percepat Distribusi Bantuan, BNPB dan Pemda Optimalkan Perbaikan Akses Darat Sumbar Data Korban dan Kerusakan Infrastruktur Berdasarkan data terbaru BNPB per Selasa (9/12) pukul 13.00 WIB, dampak bencana di Kota Padang Panjang mencakup 8 kelurahan di dua kecamatan, yakni Padang Panjang Barat dan Padang Panjang Timur. Tercatat sebanyak 19 orang meninggal dunia, 32 orang masih dinyatakan hilang, dan 4 orang mengalami luka-luka. Kerusakan hunian juga cukup masif dengan total rumah rusak mencapai 234 unit. Sementara itu, kerusakan infrastruktur jalan masih menjadi kendala utama. Akses jalan lintas nasional dari Kota Padang menuju Kota Padang Panjang terputus sepanjang 1 kilometer akibat material longsor. Kerusakan serupa juga terjadi di jalan lintas kecamatan di Kelurahan Koto Katik, Silaing Bawah, Pasar Usang, dan Kampung Manggis. Dinas terkait telah mengeluarkan imbauan agar warga yang melintasi jalur Padang Panjang menuju Pariaman untuk selalu waspada karena kondisi akses yang masih berpotensi bahaya. Saat ini, upaya perbaikan akses jalan menggunakan alat berat terus dilakukan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi di rusunawa dan rumah sewa. Pemerintah pusat dan daerah berkomitmen untuk menuntaskan operasi pencarian di Padang Panjang ini sembari mempercepat proses pemulihan pascabencana. Baca Juga: Listrik Mati Total, BNPB ‘Hujani’ Tapanuli Tengah dengan Genset dan Starlink via Udara (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK