faktakalbar

Jalur Darat Lumpuh Total, TNI AL Kerahkan Kapal Perang KRI Banda Aceh Angkut 320 Ton Beras ke Nias

Penulis: Redaksi Sunday, 21 December 2025 📖 1 menit
Jalur Darat Lumpuh Total, TNI AL Kerahkan Kapal Perang KRI Banda Aceh Angkut 320 Ton Beras ke Nias
Faktakalbar.id, MEDAN – Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera Utara telah melumpuhkan jalur distribusi logistik vital, khususnya rute darat menuju Sibolga . Merespons ancaman krisis pangan yang mengintai Kepulauan Nias menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), TNI Angkatan Laut mengambil langkah taktis dengan mengerahkan alutsista strategisnya. Baca Juga:   Loreng Hijau di Bangsal Kamandungan: Cara Unik TNI AL Gembleng Mental Abdi Dalem Komcad Keraton Yogya Pada Jumat (19/12/2025), Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banda Aceh-593 secara resmi diberangkatkan dari Pelabuhan Belawan. Kapal jenis Landing Platform Dock (LPD) ini membawa muatan logistik mendesak berupa 320 ton beras milik Perum Bulog. Operasi Militer Selain Perang Pengerahan kapal perang ini merupakan wujud nyata Operasi Militer Selain Perang (OMSP) untuk menembus isolasi geografis yang tidak bisa dilewati transportasi konvensional. Langkah ini dinilai krusial untuk menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat Nias di tengah kondisi darurat. "Sinergi antara TNI AL dan Bulog ini merupakan wujud nyata Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Dengan kapasitas angkutnya yang besar, KRI Banda Aceh-593 mampu menerobos kendala geografis yang melumpuhkan transportasi konvensional," tulis laporan operasi tersebut. Baca Juga:   Setara Kapal Penjelajah! KRI Balaputradewa 322 Bakal Gendong 64 Sel Rudal Canggih Buatan Turki Jamin Stok Nataru Aman Pimpinan Bulog Wilayah Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menjelaskan bahwa opsi penggunaan kapal perang adalah solusi paling efektif saat ini. Terputusnya akses darat dikhawatirkan akan memicu kelangkaan bahan pokok jika tidak segera diintervensi. "Langkah taktis ini diambil sebagai respons cepat atas terputusnya jalur distribusi logistik darat, khususnya rute menuju Sibolga, akibat bencana banjir dan tanah longsor... Terhambatnya akses darat dikhawatirkan mengancam stok pangan di Nias, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru)," jelas laporan situasi lapangan. Dengan tibanya pasokan 320 ton beras ini, diharapkan stabilitas harga dan ketersediaan pangan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tersebut tetap terjaga meskipun di tengah kepungan bencana. (Ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK