Jangan Abaikan Nyeri Pinggang, Bisa Jadi Sinyal Kanker
Faktakalbar.id, LIFESTYLE -
Mengabaikan
rasa
lelah atau
nyeri
pinggang setelah seharian beraktivitas sering kali menjadi kebiasaan masyarakat perkotaan. Padahal, tubuh kerap memberikan sinyal
halus
mengenai kondisi kesehatan organ dalam, termasuk ginjal.
Banyak kasus kanker ginjal di Indonesia baru terungkap saat stadium lanjut hanya karena penderitanya tidak menyadari gejala awal yang samar.
Kenali Tanda Tubuh yang Sering Menipu
Dokter Spesialis Onkologi Medis dari Mount Elizabeth Novena Hospital, Dr. Tanujaa Rajasekaran, mengungkapkan bahwa kanker ginjal sering berkembang tanpa keluhan spesifik pada mulanya.
Baca Juga:
Mengenal Kanker Ginjal, Penyakit yang Sebabkan Vidi Aldiano Meninggal Dunia
Sering kali orang menganggap tanda-tanda tersebut sebagai gangguan kesehatan ringan biasa. Gejala yang perlu kita waspadai secara aktif antara lain darah dalam urine, nyeri di area pinggang yang tidak kunjung hilang, hingga penurunan berat badan yang terjadi secara tiba-tiba tanpa rencana diet.
"Apabila terdeteksi sejak dini, kanker ginjal sangat bisa diobati dan memiliki tingkat kesembuhan yang tinggi. Hal ini memperlihatkan betapa pentingnya pemeriksaan berkala," jelasnya.
Canggihnya Deteksi Lewat Sampel Darah
Kini dunia medis menawarkan solusi yang lebih praktis bagi masyarakat modern yang sibuk melalui teknologi Multi-Cancer Early Detection (MCED). Inovasi ini memungkinkan pendeteksian sinyal kanker hanya melalui sampel darah, bahkan sebelum gejala fisik muncul.
Langkah ini memberikan peluang bagi dokter untuk melakukan intervensi jauh lebih awal daripada metode konvensional.
Dr. Tanujaa menambahkan bahwa melalui skrining genetik dan tes DNA, tim medis tidak hanya mendeteksi risiko lebih cepat. Dokter juga dapat merancang program pengobatan presisi yang menyesuaikan dengan profil genetik unik dari masing-masing pasien agar hasil pengobatan lebih optimal.
Gaya Hidup Sebagai Benteng Pertahanan
Menjaga kesehatan ginjal sebenarnya bisa kita mulai dari meja makan dan kebiasaan harian. Dokter spesialis nefrologi, Dr. Lye Wai Choong, menekankan bahwa skrining awal memegang peran yang sangat krusial.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa pencegahan terbaik tetap berasal dari pola hidup yang seimbang.
Baca Juga:
Sistem AI Percepat Diagnosis Kanker Payudara Lebih Akurat
Mengatur asupan makanan, menjaga berat badan ideal, serta konsisten berolahraga secara aktif menurunkan risiko kanker ginjal secara signifikan.
Bagi individu yang memiliki riwayat hipertensi atau obesitas, pemeriksaan rutin menjadi investasi kesehatan yang tidak boleh tertunda demi kualitas hidup yang lebih baik di masa depan.
(*Sr)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.