faktakalbar

Jangan Asal Pilih! Ini Cara Tentukan Oktan BBM Mesinmu

Penulis: Redaksi Wednesday, 01 April 2026 📖 1 menit
Jangan Asal Pilih! Ini Cara Tentukan Oktan BBM Mesinmu
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Pemilik kendaraan sering kali keliru dalam memilih jenis oktan atau Research Octane Number (RON) saat mengisi bahan bakar. Padahal, pemilihan RON yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin berdampak buruk pada performa dan keawetan komponen internal kendaraan. Setiap mesin kendaraan memiliki angka rasio kompresi yang menjadi standar utama dalam memilih jenis BBM. Pabrikan otomotif merancang mesin dengan tekanan tertentu di dalam ruang bakar. Baca Juga:  Salah Kaprah! Cek Kebiasaan Isi BBM yang Merusak Mesin Mesin dengan rasio kompresi tinggi memerlukan BBM dengan oktan tinggi agar pembakaran terjadi tepat pada waktunya tanpa menyebabkan ledakan prematur. Dampak Penggunaan Oktan Terlalu Rendah Penggunaan BBM dengan oktan di bawah standar pabrikan memicu gejala knocking atau suara mesin kasar. Kondisi ini terjadi karena bahan bakar terbakar sebelum piston mencapai titik puncak akibat tekanan yang terlalu tinggi. Dalam jangka panjang, knocking merusak dinding silinder, piston, dan busi, yang berujung pada penurunan tenaga mesin secara signifikan. Efek Samping Menggunakan Oktan Terlalu Tinggi Sebaliknya, pengisian BBM dengan oktan yang jauh melampaui kebutuhan mesin juga memberikan dampak negatif. Mesin dengan kompresi rendah tidak mampu menghasilkan suhu dan tekanan yang cukup untuk membakar BBM oktan tinggi secara sempurna. Sisa bahan bakar yang tidak terbakar akan meninggalkan tumpukan karbon atau kerak di ruang bakar dan menyumbat injektor. Baca Juga: Cara Pemerintah Tentukan Harga BBM Setiap Bulan Cek Buku Manual dan Stiker Tangki Langkah paling akurat untuk menentukan jenis BBM adalah dengan membaca buku manual kendaraan atau memeriksa stiker di balik tutup tangki bensin. Produsen kendaraan biasanya mencantumkan nilai oktan minimum, misalnya "RON 90+" atau "RON 92+". Mengikuti rekomendasi ini memastikan proses pembakaran berjalan optimal dan emisi gas buang tetap rendah sesuai standar lingkungan. (*Sr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK