faktakalbar

Jangan Dilanggar! Ini Daftar Pantangan Sebelum Malam Sa Cap Meh Agar Rezeki Tak Terhambat

Penulis: Redaksi Tuesday, 17 February 2026 📖 1 menit
Jangan Dilanggar! Ini Daftar Pantangan Sebelum Malam Sa Cap Meh Agar Rezeki Tak Terhambat
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Menjelang malam ambang tahun baru Imlek atau yang dikenal dengan istilah Sa Cap Meh , masyarakat Tionghoa biasanya sangat berhati-hati dalam bersikap dan bertindak. Kepercayaan tradisional meyakini bahwa apa yang dilakukan menjelang pergantian tahun akan memengaruhi nasib dan keberuntungan sepanjang tahun ke depan. Untuk memastikan transisi menuju tahun baru berjalan mulus tanpa hambatan, berikut adalah beberapa pantangan penting yang sebaiknya dihindari sebelum dan tepat pada malam Sa Cap Meh : Baca Juga:  Menebar Sukacita, Tjhai Chui Mie Bagikan Paket Imlek di Singkawang Tengah 1. Menghindari Kata-Kata Negatif Menjelang malam pergantian tahun, sangat dilarang mengucapkan kata-kata yang bermakna buruk, seperti "mati", "sakit", "miskin", atau "sial". Masyarakat percaya bahwa ucapan adalah doa ( manifestation ). Oleh karena itu, suasana hati dan tutur kata harus dijaga agar tetap positif guna mengundang energi baik masuk ke dalam rumah. 2. Dilarang Menangis atau Bersedih Menangis tepat sebelum atau saat malam Sa Cap Meh dianggap sebagai pertanda buruk. Dipercaya bahwa jika seseorang memulai tahun dengan air mata, maka ia akan sering mengalami kesedihan di bulan-bulan berikutnya. Orang tua biasanya akan sangat bersabar terhadap anak-anak agar tidak terjadi tangisan di malam yang sakral tersebut. 3. Menghindari Hutang Piutang Sangat disarankan untuk melunasi semua hutang sebelum malam Sa Cap Meh . Memasuki tahun baru dengan beban hutang dianggap akan membuat finansial seseorang terhambat sepanjang tahun. Sebaliknya, menagih hutang pada malam ini juga dianggap tidak sopan dan bisa menjauhkan keberuntungan bagi kedua belah pihak. 4. Tidak Memecahkan Barang Hati-hatilah saat mencuci piring atau membersihkan rumah. Memecahkan piring, gelas, atau barang pecah belah lainnya dianggap sebagai simbol retaknya rezeki atau hubungan keluarga. Jika tidak sengaja terjadi, masyarakat biasanya segera membungkus pecahannya dengan kertas merah sambil mengucapkan doa keberuntungan untuk menolak bala. Baca Juga:  Sering Dianggap Sama, Ini Perbedaan Sa Cap Meh dan Cap Go Meh dalam Tradisi Imlek (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK