faktakalbar

Jangan Khawatir! 4 Tips Ampuh Menghilangkan Aroma Jengkol atau Petai Setelah Mengonsumsinya

Penulis: Redaksi Saturday, 15 November 2025 📖 2 menit
Jangan Khawatir! 4 Tips Ampuh Menghilangkan Aroma Jengkol atau Petai Setelah Mengonsumsinya
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Bagi banyak orang di Indonesia, jengkol dan petai adalah primadona yang sulit ditolak. Disajikan sebagai semur, balado, atau sekadar lalapan, keduanya menawarkan kenikmatan kuliner yang khas. Namun, kenikmatan ini seringkali datang dengan satu "efek samping" yang terkenal: aroma khas yang kuat dan tahan lama, baik pada napas maupun urine. Aroma ini berasal dari senyawa sulfur (belerang) yang terkandung di dalamnya. Saat dicerna, senyawa ini diserap oleh tubuh dan diedarkan melalui aliran darah, lalu dikeluarkan melalui paru-paru (napas) dan ginjal (urine). Baca Juga:  Rahasia Tampil Cantik dan Wangi Seharian: 5 Tips Sederhana yang Wajib Dicoba Namun, jangan biarkan kekhawatiran ini menghentikan Anda menikmati hidangan favorit. Jika Anda telanjur mengonsumsinya dan ingin segera menetralisir aromanya, berikut adalah 4 tips evergreen yang bisa Anda coba. 1. Sikat Gigi dan Bersihkan Lidah Ini adalah langkah pertama dan paling dasar. Aroma sisa makanan paling banyak menempel di rongga mulut. Namun, menyikat gigi saja seringkali tidak cukup. Pastikan Anda juga membersihkan permukaan lidah Anda menggunakan sikat gigi (bagian belakang) atau alat pembersih lidah khusus. Bakteri dan sisa senyawa sulfur sering terperangkap di lidah, yang menjadi sumber utama bau mulut. Akhiri dengan menggunakan mouthwash (obat kumur) antiseptik untuk membunuh sisa bakteri. 2. Kunyah Mentimun atau Beras Jika Anda tidak dapat segera menyikat gigi, carilah mentimun. Mengunyah beberapa potong mentimun segar setelah makan jengkol atau petai dapat membantu "membilas" rongga mulut. Kandungan airnya yang tinggi membantu membersihkan sisa makanan dan senyawa yang menempel. Selain mentimun, beberapa orang juga percaya bahwa mengunyah beberapa butir beras mentah (pastikan bersih) selama beberapa menit dapat menyerap aroma tak sedap di mulut sebelum Anda menelannya. 3. Minum Susu (Lebih Baik Susu Murni) Susu, terutama susu murni atau full cream , dikenal sebagai salah satu penetralisir aroma yang ampuh. Kandungan lemak dan protein dalam susu dipercaya dapat mengikat senyawa sulfur (terutama alil metil sulfida) di dalam saluran pencernaan. Dengan meminum segelas susu setelah makan, Anda membantu menetralkan aroma tersebut "dari dalam" sebelum senyawa itu sempat diserap sepenuhnya ke dalam aliran darah dan dikeluarkan melalui napas. 4. Perbanyak Minum Air Putih Tips ini memiliki fungsi ganda: menghilangkan aroma dan menjaga kesehatan. Minum banyak air putih akan membantu "membilas" sisa-sisa aroma di mulut. Lebih penting lagi, air putih mempercepat proses metabolisme tubuh dan membantu ginjal bekerja lebih efisien dalam menyaring serta membuang senyawa sulfur melalui urine. Ini tidak hanya mengurangi bau pada napas, tetapi juga mempercepat hilangnya aroma khas pada urine. Khusus untuk jengkol, minum air putih yang banyak juga sangat penting untuk mencegah risiko jengkolan (keracunan asam jengkolat). Jengkol dan petai adalah bagian dari kekayaan kuliner yang patut dinikmati. Dengan empat tips sederhana di atas, Anda tidak perlu lagi khawatir dengan aroma yang ditimbulkannya. Selamat menikmati! Baca Juga:  5 Tips Sederhana Merawat Ketiak agar Tetap Sehat, Cerah, dan Wangi (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK