faktakalbar

Jangan Tunggu Celaka! 5 Cara Ampuh Mencegah Korsleting Listrik di Musim Hujan

Penulis: Redaksi Monday, 08 December 2025 📖 2 menit
Jangan Tunggu Celaka! 5 Cara Ampuh Mencegah Korsleting Listrik di Musim Hujan
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Musim hujan sering kali membawa kecemasan ganda: ancaman banjir dan bahaya kelistrikan. Air dan listrik adalah dua elemen yang tidak boleh bertemu. Sedikit saja kelalaian, pertemuan keduanya bisa memicu hubungan arus pendek ( korsleting ) yang berujung pada kerusakan elektronik, kebakaran, hingga risiko tersengat listrik yang mengancam nyawa. Sebelum hujan deras mengguyur atau air mulai menggenang, lakukan langkah preventif. Baca Juga:  Tetapkan Status Siaga I, Pemkot Pontianak Waspadai Puncak Banjir Rob Besok Berikut adalah 5 tips krusial untuk menjaga rumah Anda tetap aman dari bahaya korsleting saat musim hujan: 1. Periksa dan Perbaiki Instalasi Kabel Tua Kabel yang terkelupas atau sambungan yang longgar adalah bom waktu, terutama saat kelembapan udara tinggi atau atap bocor. Hewan pengerat seperti tikus sering kali menjadi penyebab kabel terkelupas tanpa kita sadari. Tips: Lakukan inspeksi visual secara rutin. Jika menemukan kabel yang "telanjang" atau menghitam, segera isolasi atau panggil teknisi listrik profesional untuk menggantinya. Jangan biarkan kabel terkelupas terpapar udara lembap. 2. Posisikan Stopkontak dan Elektronik di Tempat Tinggi Bagi Anda yang tinggal di kawasan langganan banjir, posisi stopkontak (colokan) standar yang berada di bawah sangatlah berbahaya. Tips: Mulailah memindahkan peralatan elektronik vital seperti kulkas, mesin cuci, atau CPU komputer ke tempat yang lebih tinggi atau gunakan standing (dudukan) tambahan. Jika memungkinkan, rencanakan ulang posisi stopkontak di rumah Anda agar berada minimal 1,5 meter dari lantai. 3. Waspadai Atap Bocor Dekat Instalasi Listrik Sering kali korsleting terjadi bukan karena banjir dari bawah, melainkan rembesan air dari atas. Air hujan yang merembes melalui plafon dan menetes tepat di atas lampu, sakelar, atau terminal listrik sangat berisiko. Tips: Segera tambal kebocoran sekecil apa pun di atap. Jika kebocoran belum sempat diperbaiki, pastikan tidak ada aliran listrik yang aktif di area basah tersebut dan tampung tetesan air agar tidak menyebar ke instalasi kabel. 4. Cabut Aliran Listrik Saat Air Mulai Masuk Jangan menunggu air setinggi lutut baru bertindak. Saat air mulai masuk ke teras atau rembesan mulai menggenangi lantai rumah, langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memutus aliran listrik. Tips: Turunkan MCB (Miniature Circuit Breaker) dari meteran utama. Jangan hanya mematikan sakelar lampu, karena arus listrik masih mengalir di dalam kabel. Lebih baik gelap gulita sementara waktu daripada mengambil risiko tersengat listrik di dalam air. 5. Gunakan Peralatan Listrik Berstandar SNI Peralatan listrik abal-abal biasanya memiliki isolator (pelindung) yang tipis dan mudah meleleh saat panas atau lembap. Tips: Pastikan kabel rol, steker, dan sakelar yang Anda gunakan memiliki logo SNI (Standar Nasional Indonesia). Produk berstandar memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap perubahan suhu dan kelembapan, sehingga meminimalisir risiko korsleting. Keamanan keluarga adalah prioritas utama. Musim hujan memang tidak bisa dihindari, namun bahaya korsleting bisa dicegah dengan kewaspadaan. Pastikan tangan Anda selalu kering saat menyentuh peralatan listrik dan jangan ragu menghubungi PLN jika melihat potensi bahaya pada tiang listrik di sekitar rumah Anda. Baca Juga:  Langkah Penting yang Harus Dilakukan Sebelum dan Saat Banjir (*Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK