faktakalbar

Jawab Aspirasi Warga, Pemkot Pontianak Bangun Dua Jembatan di Teluk Sahang Pontianak Utara

Penulis: Redaksi Tuesday, 11 November 2025 📖 3 menit
Jawab Aspirasi Warga, Pemkot Pontianak Bangun Dua Jembatan di Teluk Sahang Pontianak Utara
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Pemerintah Kota ( Pemkot ) Pontianak terus berupaya meningkatkan infrastruktur dasar di kawasan permukiman warga. Salah satu wujudnya adalah pembangunan jembatan di Teluk Sahang II Dalam, Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara. Pembangunan tersebut merupakan bentuk respon cepat atas aspirasi masyarakat yang telah lama mengusulkan perbaikan akses jalan di wilayah mereka. Baca Juga: Dimulainya Pembangunan Jembatan Dharma Putra, Wujud Janji Pemkot Pontianak Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, mengatakan bahwa pembangunan jembatan di Teluk Sahang ini berawal dari kegiatan gotong royong membersihkan parit bersama warga dan ketua RT setempat. Dalam kesempatan itu, masyarakat menyampaikan kebutuhan mendesak akan jembatan untuk memperlancar aktivitas sehari-hari. “Pembangunan ini sebenarnya sudah diagendakan sejak periode sebelumnya, tetapi baru bisa diakomodir pada periode kedua, di awal tahun ini. Kami tidak ingin ada warga di gang mana pun merasa terisolasi,” ujarnya. Bahasan menegaskan, pemerintah kota tidak ingin ada kesan pembiaran terhadap wilayah mana pun di Pontianak. Karena itu, setiap aduan atau masukan dari masyarakat selalu ditindaklanjuti dengan langkah konkret. “Ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah kota di tengah masyarakat. Kami menjawab kritik dan masukan dengan tindakan, bukan hanya ucapan,” ucapnya. Menurutnya, pembangunan dua jembatan ini dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA). Ia berharap keberadaan jembatan ini dapat mempermudah mobilitas warga, termasuk akses anak-anak menuju sekolah di kawasan Purnajaya. Baca Juga: Perbaikan Jembatan Dharma Putra Pontianak Dimulai Pekan Depan Selain jembatan, Pemkot Pontianak juga berencana mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jalan di kawasan tersebut agar kondisinya setara dengan gang-gang lain. “Karena ini termasuk jalan lingkungan, anggarannya akan dialokasikan melalui Dinas Perkim pada tahun 2026,” jelas Bahasan. Lebih lanjut, Bahasan menuturkan bahwa wilayah Pontianak Utara tahun ini juga mendapat porsi anggaran cukup besar untuk infrastruktur. Salah satunya, pembangunan jembatan di Jalan Dharma Putra yang sempat roboh dan menimbulkan kritik dari warga. “Waktu itu kami sedang purna tugas sehingga belum bisa langsung menangani. Namun setelah kembali aktif, anggaran untuk perbaikan langsung kami alokasikan. Kami berharap hasilnya nanti berkualitas dan tepat waktu,” katanya. Tak hanya itu, pembangunan lanjutan Jalan Selat Panjang II juga masuk dalam agenda tahun ini. Tambahan panjang sekitar 300 meter akan dituntaskan untuk mendukung kelancaran arus kendaraan di kawasan yang kini semakin padat perumahan. Baca Juga: Ancam Aktivitas Warga, Bupati Sujiwo ‘Todong’ Gubernur Kalbar Segera Perbaiki Jembatan Parit Penjara Bahasan menyebut, Pemkot Pontianak memberi perhatian yang sama bagi seluruh wilayah dan menanggapi positif kritik yang menilai wilayah utara kurang diperhatikan. “Saya tidak marah dengan kritik seperti itu, karena itu bagian dari kepedulian warga untuk kemajuan bersama. Justru hal itu menjadi motivasi kami agar pembangunan di Pontianak Utara semakin merata,” ungkapnya. Ketua RT 04 RW 03 Kelurahan Siantan Hilir, Murad, menyambut positif pembangunan jembatan di wilayahnya. Ia mengatakan, jembatan tersebut menjadi akses utama warga, terutama anak-anak yang bersekolah di SD Negeri 31. “Warga di sini sangat senang karena jembatan ini memang menjadi akses utama menuju sekolah anak-anak kami. Sebelumnya kalau mau ke sekolah harus memutar jauh, beberapa kilometer, karena tidak ada jalan tembus. Dengan adanya jembatan ini, masyarakat merasa sangat terbantu. Bisa mengantar anak lebih dekat, lebih efisien, dan tentu lebih hemat bahan bakar,” sebutnya. Murad menambahkan, jembatan lama di lokasi tersebut sudah rusak parah dan hanya diperbaiki seadanya selama puluhan tahun oleh warga. “Sudah puluhan tahun tidak dibangun. Sejak dulu jembatan kayu yang lama itu sering rusak dan diperbaiki sendiri oleh warga,” jelasnya. (*Red/Prokopim)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK