faktakalbar

Jejak Hilang Proyek Jalan Senilai Rp1,3 Miliar Perkim Kalbar

Penulis: Redaksi Thursday, 14 August 2025 📖 1 menit
Jejak Hilang Proyek Jalan Senilai Rp1,3 Miliar Perkim Kalbar
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Sebuah proyek pengurugan jalan akses menuju fasilitas pengolahan oli bekas senilai Rp1,3 miliar milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat hilang tanpa jejak. Meskipun tercatat dalam anggaran tahun 2021 sebagai program Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman ( Perkim ) Kalbar, lokasi proyek tersebut hingga kini masih misterius. Baca Juga: KPK Lanjutkan Penyidikan Proyek Jalan Dinas PU Mempawah Berdasarkan data pengadaan, proyek itu dimenangkan oleh CV JJA dengan nilai kontrak Rp1,25 miliar . [caption id="attachment_41407" align="aligncenter" width="497"] Tangkapan Layar data pengadaan proyek yang dimenangkan dan dikontrakkan kepada CV JJA dengan nilai kontrak 1.25 Milyar Rupiah. (Dok. LPSE Kalimantan Barat)[/caption] Logikanya, pengurugan jalan tersebut seharusnya menuju fasilitas pengolahan oli bekas di Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLH) Kalbar. Namun, saat dikonfirmasi pada (29/7/2025), Adi Yani dari DLH Kalbar membantah pekerjaan itu dilakukan di lokasi yang dikelola pihaknya. “Pastinya bukan untuk pembangunan jalan di lokasi ini,” kata Adi Yani melalui pesan aplikasi. Ia menambahkan, pihaknya tidak memiliki program pembangunan jalan pada 2021 dan menduga anggarannya berada di instansi lain. “Kalau ada, kemungkinan di Dinas PUPR,” ujarnya. Adi Yani menjelaskan bahwa DLH baru mengusulkan anggaran pembangunan jalan menuju fasilitas itu agar operasionalnya kelak lebih lancar. “Kami sudah mencoba mengusulkan lagi pembangunan jalannya. Mudah-mudahan bisa terealisasi dalam anggaran perubahan (2025),” tuturnya. Ia bahkan menyarankan agar pertanyaan dialamatkan langsung ke Dinas Perkim. Fakta Kalbar kemudian menghubungi Jimmie Hustika Saputra dari Bidang Kawasan Permukiman Dinas Perkim Kalbar pada (5/8/2025). Hingga berita ini diturunkan, pesan konfirmasi yang dikirimkan tidak mendapat balasan, meski status pesan menunjukkan sudah terkirim. Baca Juga: Proyek Drainase Jalan Purnama Disorot, Warga Nilai Hanya Pajang Ekskavator Perbedaan respons antara DLH dan Perkim ini menimbulkan pertanyaan publik: di manakah proyek jalan akses senilai miliaran rupiah itu sebenarnya dibangun? Tanpa jawaban resmi, dugaan penyimpangan anggaran negara pun semakin menguat. (dhn)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK