faktakalbar

Perkuat Sinergi Pemda dan Serikat Pekerja Jelang Hari Buruh Internasional

Penulis: Redaksi Saturday, 25 April 2026 📖 2 menit
Perkuat Sinergi Pemda dan Serikat Pekerja Jelang Hari Buruh Internasional
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026 mendatang, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pontianak memperkuat sinergi dengan berbagai organisasi serikat pekerja dan buruh. Baca Juga:   Work From Aston, Cara Baru Bekerja Lebih Nyaman dan Produktif di Tengah Kota Pontianak Upaya ini diwujudkan melalui rapat koordinasi dan dialog yang berlangsung pada Jumat (24/4/2026). Forum pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi langsung antara pemerintah daerah, aparat keamanan kepolisian, dan perwakilan organisasi pekerja untuk membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan di wilayah Kota Pontianak. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyatakan bahwa pertemuan tatap muka ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam membangun komunikasi yang sehat dengan para pekerja. Menurutnya, pemenuhan kesejahteraan pekerja tidak dapat dibebankan pada satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama berkesinambungan antara pemerintah, dunia usaha, dan serikat pekerja. Dalam forum dialog tersebut, pemerintah kota banyak menampung masukan serta keluhan dari para perwakilan serikat pekerja, terutama yang berkaitan dengan pemenuhan hak dan kewajiban di lingkungan kerja. “Bagaimana kita membangun sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan para pekerja agar bersama-sama meningkatkan kesejahteraan. Kalau komunikasi ini terjalin dengan baik, tentu akan berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan indikator pembangunan lainnya, ” kata Edi. Beberapa isu krusial yang mengemuka dalam dialog tersebut meliputi hak pekerja yang belum terpenuhi oleh perusahaan, standar upah yang tidak sesuai dengan regulasi, keterlambatan pembayaran gaji, hingga pemutusan hubungan kerja secara sepihak. Baca Juga:   Polda Kalbar Gelar Tactical Floor Game Matangkan Pengamanan May Day 2026 di Pontianak Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Edi menegaskan bahwa meskipun pengawasan ketenagakerjaan secara regulasi berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak tetap akan melakukan koordinasi intensif agar setiap persoalan dapat tertangani dengan tepat sasaran. “Pengawasan memang menjadi kewenangan pemerintah provinsi, namun kami tetap melakukan koordinasi. Intinya kolaborasi dan sinergi harus terus ditingkatkan,” jelasnya. Sementara itu, Kapolresta Pontianak, Endang Tri Purwanto, menyampaikan bahwa pihak kepolisian terus mengedepankan pendekatan persuasif dan komunikasi aktif dengan serikat pekerja menjelang Hari Buruh Internasional. Menurutnya, pendekatan berbasis dialog menjadi metode paling efektif untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif. “ Kami mengedepankan pendekatan dialog dibandingkan aksi unjuk rasa. Seperti kegiatan hari ini, dilakukan melalui tatap muka dan diskusi, dan disambut sangat positif oleh para ketua serikat pekerja dan buruh,” ungkap Endang. Ia merencanakan agar forum serupa dapat rutin diagendakan pada masa mendatang dengan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan. Keterlibatan organisasi dunia usaha seperti Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dinilai perlu agar penyelesaian persoalan ketenagakerjaan menjadi lebih komprehensif. Di sisi lain, Koordinator Wilayah Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Kalimantan Barat, Suherman, mengapresiasi langkah konkret Wali Kota Pontianak dan Kapolresta Pontianak yang proaktif memfasilitasi ruang dialog bagi para pekerja. Ia menilai forum resmi ini sangat penting agar aspirasi kaum buruh dapat tersampaikan secara langsung dan konstruktif kepada pembuat kebijakan. “Kami sangat mengapresiasi Kapolresta dan Wali Kota yang telah memfasilitasi dialog ini, karena melalui ruang dialog, aspirasi dan keluhan kami bisa tersampaikan dengan baik,” tuturnya. Suherman turut menegaskan bahwa aliansi serikat pekerja dan buruh di Kalimantan Barat, khususnya di Kota Pontianak, berkomitmen penuh untuk menjaga kondusivitas keamanan daerah. “Kami berkomitmen menjaga kondusivitas. Aspirasi akan kami sampaikan secara elegan melalui dialog sosial,” pungkasnya. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK