faktakalbar

Antisipasi Masuknya Virus Nipah Jelang Imlek, Karantina Kalbar Perketat Pemeriksaan di PLBN Aruk

Penulis: Redaksi Wednesday, 11 February 2026 📖 1 menit
Antisipasi Masuknya Virus Nipah Jelang Imlek, Karantina Kalbar Perketat Pemeriksaan di PLBN Aruk
Faktakalbar.id, SAMBAS – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Barat memperketat pengawasan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk , Kabupaten Sambas. Baca Juga:  Cegah Hama Penyakit Jelang Imlek, Karantina Kalbar Perketat Pengawasan di PLBN Aruk Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas proyeksi lonjakan lalu lintas manusia dan komoditas antarnegara yang berpotensi membawa ancaman penyakit, Rabu (11/2/2026). Kepala Karantina Kalbar, Ferdi, memimpin langsung inspeksi dan pemeriksaan di titik nol perbatasan tersebut. Fokus utama pengawasan adalah memitigasi risiko masuknya penyakit menular strategis dari luar negeri, khususnya Peste des Petits Ruminants (PPR) dan virus Nipah. Kedua penyakit ini dinilai memiliki potensi dampak besar terhadap kesehatan hewan, manusia, serta stabilitas ekonomi daerah. Dalam inspeksi tersebut, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap barang bawaan pelintas, khususnya produk hewan dan tumbuhan yang tidak dilengkapi dokumen resmi. Ferdi menegaskan bahwa posisi geografis Kalimantan Barat yang berbatasan darat langsung dengan negara tetangga menuntut kewaspadaan ekstra. “Terkait upaya pencegahan penyakit, karena wilayah Kalimantan Barat berbatasan langsung dengan negara lain, risiko masuknya penyakit dari luar cukup tinggi. Oleh karena itu, perlunya memperketat pengawasan dan memberikan tindakan tegas terhadap komoditas yang tidak dilengkapi sertifikat,” ujar Ferdi di sela-sela kegiatan. Baca Juga:   Update Karhutla Kalbar: Luasan Lahan Terbakar Meningkat, Mempawah dan Sambas Terparah Upaya pencegahan ini dinilai krusial untuk melindungi kesehatan masyarakat serta menjaga ketahanan sektor peternakan nasional. Melalui pengawasan langsung di pintu masuk negara seperti PLBN Aruk, diharapkan keamanan hayati (biosecurity) di Kalimantan Barat tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat merayakan momentum hari besar keagamaan dengan aman dan nyaman tanpa bayang-bayang ancaman penyakit menular. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK