faktakalbar

Jelang Ramadan, Edi Kamtono Pastikan Stok Aman dan Harga Bahan Pokok Terkendali

Penulis: Redaksi Friday, 06 February 2026 📖 1 menit
Jelang Ramadan, Edi Kamtono Pastikan Stok Aman dan Harga Bahan Pokok Terkendali
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Menjelang bulan suci Ramadan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mulai mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi potensi kenaikan harga dan kelangkaan bahan kebutuhan pokok. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono , menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat guna menjaga stabilitas pasar. Hal ini disampaikannya usai meresmikan Grand Opening Pusaka Minang & Garagara Coffee di Jalan Gusti Hamzah, Kamis (5/2/2026). Menurut Edi, langkah antisipasi tersebut telah dimatangkan melalui pertemuan tingkat tinggi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). "Sekarang kita sudah melakukan rapat High Level Meeting yang dilaksanakan oleh pemerintah kota dan pemerintah provinsi," ujar Edi kepada wartawan Kamis, (5/2/2026). Baca Juga:  Sambut Imlek 2577, Pemkot Pontianak Pusatkan Pesta Kembang Api di Jalan Gajah Mada Edi menjelaskan, fokus utama dari pertemuan tersebut adalah melakukan pengendalian inflasi daerah sedini mungkin. Pihaknya akan terjun langsung untuk memantau rantai distribusi dan kondisi riil di pasar-pasar tradisional maupun modern di Kota Pontianak. "Yang dilakukan dalam hal itu (rapat) untuk pengendalian, mengecek, memastikan ketersediaan stok kebutuhan pokok masyarakat," jelasnya. Selain jaminan ketersediaan stok, Edi juga menekankan pentingnya intervensi untuk mencegah lonjakan harga yang kerap terjadi saat permintaan meningkat di bulan puasa. Ia ingin memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga. "Dan juga (kami) memastikan terkendalinya harga-harga kebutuhan pokok di pasar-pasar di Kota Pontianak," pungkas Edi. Baca Juga:  Bahasan Wanti-wanti Lonjakan Harga Jelang Imlek (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK