faktakalbar

Jembatan Mega Timur Roboh, Warga Gunakan Sampan dan Tali untuk Menyeberang

Penulis: Redaksi Wednesday, 25 June 2025 📖 1 menit
Jembatan Mega Timur Roboh, Warga Gunakan Sampan dan Tali untuk Menyeberang
Faktakalbar.id, KUBU RAYA – Sebuah jembatan penghubung antara Desa Mega Timur , Kecamatan Sungai Ambawang, dan Kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak Utara, roboh pada Selasa (24/06/2025), menyebabkan akses transportasi warga terputus total. Kasubsi Penmas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, menyampaikan bahwa peristiwa terjadi sesaat setelah seorang warga bernama Johan melintasi jembatan. Tiba-tiba konstruksi jembatan ambruk dan mengakibatkan korban serta kendaraannya tercebur ke Sungai Malaya. Baca Juga:   Wagub Krisantus Apresiasi Penggerebekan Gudang Oli Diduga Palsu Di Kubu Raya : “Perputarannya Capai Rp85 Miliar” “ Beruntung korban segera dievakuasi oleh warga sekitar yang melihat kejadian tersebut sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini ,” ujarnya. Putusnya jembatan membuat warga di dua wilayah tersebut harus menggunakan jalur sungai sebagai alternatif. Warga secara swadaya memasang tali penyeberangan di atas sungai dan menarik perahu atau sampan menggunakan tali tersebut agar bisa menyeberangkan orang maupun barang. “ Inisiatif ini dilakukan warga secara swadaya agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan meski dengan keterbatasan ,” tuturnya. Sebelumnya, Bupati Kubu Raya Sujiwo telah meninjau kondisi jembatan tersebut pada 14 Juni 2025 dan berencana menganggarkan pembangunan ulang. Baca Juga:   Sujiwo Berencana Keluarkan Peraturan Larangan Sampah Plastik di Kabupaten Kubu Raya Namun, sebelum proses pembangunan dimulai, jembatan lebih dulu ambruk. Masyarakat diimbau tetap berhati-hati dalam menggunakan jalur alternatif sementara, mengingat potensi risiko yang ada dalam penggunaan perahu dan tali penyeberangan. (mro)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK