Jujutsu Kaisen Episode 4 Berdurasi 28 Menit: Penuh Adegan Brutal dan Emosional, Kebangkitan "Toji Kedua" Maki Zenin!
Faktakalbar.id, HIBURAN
- Setelah minggu lalu penonton disuguhi penjelasan aturan
Culling Game
yang rumit,
Episode 4 Season 3
hadir sebagai titik balik yang memilukan sekaligus memuaskan. Episode yang mengadaptasi
arc Perfect Preparation
ini berdurasi lebih panjang dari biasanya
(hampir 28 menit)
, memberikan ruang yang layak bagi kisah tragis dan kebangkitan salah satu karakter terkuat seri ini:
Maki Zenin
.
Maki Zenin kembali tampil dengan penampilan baru yang mencolok—tubuh penuh bekas luka bakar akibat pertarungannya melawan Jogo di Insiden Shibuya. Namun, luka fisik itu tak sebanding dengan luka batin yang ia terima saat kembali ke kediaman Klan Zenin.
Niat Maki untuk mengambil peralatan kutukan demi persiapan
Culling Game
justru disambut dengan penghinaan dan jebakan mematikan. Ayah kandungnya sendiri, Ogi Zenin, telah menunggu di gudang senjata. Dalam adegan yang memilukan, Ogi tidak hanya mengalahkan Maki dengan mudah, tetapi juga telah melukai kembarannya, Mai, secara fatal.
Kebencian Ogi terhadap kedua putrinya yang ia anggap sebagai alasan kegagalannya menjadi kepala klan—mencapai puncaknya saat ia membuang tubuh mereka ke dalam lubang penuh kutukan.
Baca Juga:
5 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dan Terbaik, Cocok untuk Segala Acara
Pengorbanan Mai dan Lahirnya Monster Baru
Momen kunci episode ini adalah pengorbanan Mai. Dalam alam mimpi yang sunyi dan puitis—sebuah kontras dari realitas yang penuh darah Mai memutuskan untuk membawa serta seluruh energi kutukan yang membatasi potensi Maki.
Sesuai fakta unik mengenai
Heavenly Restriction
, keberadaan saudara kembar menahan potensi fisik Maki. Dengan kematian Mai, Maki kehilangan seluruh energi kutukannya, menjadikannya manusia dengan kekuatan fisik murni yang setara dengan
Toji Fushiguro
. Kata-kata terakhir Mai,
"Hancurkan semuanya,"
menjadi sumbu yang menyalakan amarah Maki.
Aksi ala "John Wick" dan Visual Artistik
Apa yang terjadi selanjutnya adalah pembantaian satu arah yang digambarkan dengan animasi luar biasa. Maki mengamuk bak John Wick, menebas habis pasukan elit Klan Zenin,
The Kukuru Unit
dan
The Hei
.
[caption id="attachment_69291" align="aligncenter" width="1920"]
Visual artistik dari Studio MAPPA: Pertarungan brutal Maki melawan pasukan Kukuru Unit yang digambarkan dengan sentuhan warna monokrom dan cipratan darah yang kontras.[/caption]
MAPPA menggunakan pendekatan artistik yang brilian: beberapa adegan pertarungan ditampilkan dalam warna monokrom, membuat cipratan darah merah terlihat sangat kontras dan artistik. Puncaknya adalah pertarungan Maki melawan
Naoya Zenin
.
Naoya, yang sombong dengan teknik kecepatannya, harus menelan pil pahit. Maki, yang kini bisa merasakan pergerakan udara dan getaran berkat indera supernya, menghancurkan wajah Naoya dengan satu pukulan telak. Adegan
X-ray
saat rahang
Naoya
hancur menjadi salah satu momen
K.O.
paling memuaskan dalam sejarah anime ini.
Di Balik Layar: Animator & Tim Produksi
Kesuksesan visual episode ini tidak lepas dari tangan dingin para staf inti yang dikumpulkan khusus untuk
arc
ini. Berikut adalah beberapa nama besar yang terlibat:
Shōta Goshozono (Sutradara):
Kembali memimpin Season 3, Goshozono membawa
signature style
-nya berupa penggunaan lensa kamera dinamis (
fish-eye lens
) dan pencahayaan sinematik yang dramatis, membuat pertarungan di lorong sempit Klan Zenin terasa sangat klaustrofobik namun luas.
Yosuke Yajima & Hiromi Niwa (Desain Karakter):
Bertanggung jawab atas desain karakter yang tajam, terutama transisi visual Maki dari siswa Jujutsu menjadi "pembunuh berdarah dingin" dengan luka bakar yang mendetail.
Hiroshi Seko (Komposisi Seri):
Penulis naskah veteran yang berhasil merangkai bab manga 148–153 menjadi satu episode kohesif tanpa terasa terburu-buru.
Tim Inti MAPPA (Unit Aksi):
Studio MAPPA mengerahkan animator spesialis aksi terbaiknya (yang sebelumnya mengerjakan
Chainsaw Man
dan
JJK Season 2
) untuk menangani koreografi
hand-to-hand combat
Maki yang brutal dan cepat.
Akhir dari Sebuah Warisan Kelam
Episode ini ditutup dengan pemenuhan janji Maki. Ia tidak hanya membunuh ayahnya, tetapi juga ibunya sendiri yang selama ini membiarkan penyiksaan terjadi, serta menghabisi sisa anggota klan.
Baca Juga:
Anti Gabut: 4 Anime Terbaik untuk Teman “Maraton” Malam Minggu Kamu
Tindakan Maki ini berdampak besar pada dunia Jujutsu: Klan Gojo dan Kamo mengusulkan penghapusan Klan Zenin dari Tiga Keluarga Besar Jujutsu. Ini menandai akhir dari sejarah panjang klan yang dipenuhi misogini dan kekejaman.
Bagi para penggemar, transformasi Maki dari siswa yang diremehkan menjadi sosok
"Toji Kedua"
adalah pemanasan sempurna sebelum memasuki
Culling Game
yang sesungguhnya. Kualitas animasi dan penceritaan di episode ini menetapkan standar yang sangat tinggi untuk sisa musim ini.
(*Red/Ryle)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.