Kabut Asap Selimuti Pontianak, Anak-anak dan Lansia Mulai Terserang ISPA
Faktakalbar.id, PONTIANAK,
–
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)
yang terjadi di wilayah sekitar Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, dan Kabupaten Mempawah mulai berdampak serius pada kesehatan masyarakat.
Kabut asap tebal yang menyelimuti kawasan tersebut memicu lonjakan
kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
.
Akibatnya, Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Pontianak mulai dipadati pasien yang mengeluhkan gangguan pernapasan.
Neli (15), siswi SMA Negeri 1 Pontianak, tampak tergopoh-gopoh diantar kedua orang tuanya ke UGD RSUD Pontianak.
Baca Juga:
Cegah Karhutla, Polres Sekadau Gencar Lakukan Penyuluhan Keliling di Desa Mungguk
"Anak saya mulai terlihat alergi terhadap debu dan asap dari pembakaran lahan sejak kemarin. Anak saya awalnya mengalami batuk-batuk, namun hari ini kondisinya semakin parah. Kedua matanya membengkak, napasnya tersengal-sengal, dan badannya panas tinggi, sehingga kami segera melarikannya ke rumah sakit," jelas Iwan, ayah Neli.
Pemandangan serupa terlihat pada pasien lain. Fadilah (6), dibawa ibunya ke RSUD karena mengalami sesak napas.
"Iya, anak saya tadi pagi bangun tidur kesulitan bernapas. Penyebabnya hidung dan tenggorokannya dipenuhi lendir sehingga menangis terus-menerus," ujar Fatimah, orang tua Fadilah.
Berbekal pengalaman menangani lonjakan pasien tahunan, paramedis di RSUD sigap memberikan pertolongan pertama.
Penanganan awal yang dilakukan terhadap Neli, misalnya, adalah pemberian oksigen dan
nebulizer
(uap) yang bertujuan meredakan peradangan saluran pernapasan di tenggorokan dan hidung.
Paparan asap karhutla ini berpotensi menurunkan kualitas udara secara signifikan, sehingga dapat menimbulkan gejala seperti batuk, sesak napas, hingga iritasi tenggorokan.
Sementara itu, Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengungkapkan fakta bahwa eskalasi titik api mulai terlihat. Berdasarkan data lapangan, tercatat ada 20 titik api yang terdeteksi sejak awal 2025 hingga Januari 2026.
Titik api tersebut tersebar dengan variasi luasan lahan terdampak yang berbeda-beda.
Di hadapan peserta apel yang terdiri dari personel TNI, Polri, Danyon A Pelopor Satbrimob Polda Kalbar Kompol Jon Rubi Sugianto, hingga relawan swasta, Sujiwo mengingatkan karakteristik lahan gambut Kubu Raya yang sangat rentan terbakar, terutama saat kemarau.
"Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu daerah di Kalimantan Barat yang rawan Karhutla. Karena itu, seluruh elemen dan stakeholder harus selalu siaga dan tidak boleh lengah," ujar Sujiwo.
Untuk mencegah ancaman kebakaran meluas, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengaktifkan berbagai langkah mitigasi.
Strategi yang diterapkan meliputi patroli rutin ke desa-desa rawan api serta pemadaman langsung (
water bombing
maupun darat) begitu titik api terdeteksi.
Apel siaga yang dihadiri Dandim 1207/Pontianak Kolonel Inf. Robbi Firdaus dan Kapolres Kubu Raya AKBP Kadek Ary Mahardika ini menjadi momentum penyatuan persepsi.
Sujiwo menegaskan perlindungan terhadap aktivitas masyarakat, kesehatan, dan lingkungan adalah prioritas mutlak.
"Melalui apel ini, kami menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan agar terus meningkatkan koordinasi dan komunikasi yang selama ini telah terbangun dengan baik," tutupnya.
Baca Juga:
Dominan Berawan, BMKG Minta Warga Waspada Potensi Karhutla di Kalimantan Barat
(Wawan)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.