faktakalbar

Kalahkan Salmon, BRIN Sebut Ikan Sidat Lokal Punya Omega-3 Tertinggi di Dunia

Penulis: Redaksi Friday, 17 April 2026 📖 2 menit
Kalahkan Salmon, BRIN Sebut Ikan Sidat Lokal Punya Omega-3 Tertinggi di Dunia
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Peneliti Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air dari Badan Riset dan Inovasi Nasional ( BRIN ), Gadis Sri Haryani, mengungkapkan fakta penting mengenai gizi perairan lokal. Ia menyatakan bahwa ikan sidat yang ada di Indonesia memiliki kandungan Omega-3 tertinggi di dunia, melampaui kadar nutrisi yang selama ini dikenal luas pada ikan salmon maupun ikan gabus. Baca Juga:  Mitos Telur dan Kolesterol Tinggi! Ini Cara Aman Konsumsi Telur Setiap Hari Menurut Pakar Selama ini, masyarakat lebih mengenal salmon sebagai sumber Omega-3 utama. Namun, riset menunjukkan bahwa keunggulan gizi sidat jauh lebih tinggi. Selain Omega-3, ikan perairan lokal ini juga terbukti sangat kaya akan asupan vitamin A, vitamin B kompleks, zat besi, protein, kalori, dan fosfor yang penting bagi tubuh. "Selama ini, kita selalu mengira salmon yang paling tinggi, ternyata sidat justru memiliki nilai gizi tertinggi," ujar Gadis, seperti dilansir dari laman resmi BRIN. Kandungan gizi pada ikan sidat memiliki peran krusial bagi kesehatan tubuh manusia. Asam dokosaheksaenoat (DHA) yang terkandung di dalamnya berperan penting dalam proses perkembangan dan mengoptimalkan fungsi otak manusia. Sementara itu, kandungan asam eikosapentaenoat (EPA) dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh serta menjaga kesehatan organ jantung secara jangka panjang. Menyikapi tingginya nilai gizi dan potensi ekonomi perikanan yang strategis di Indonesia, Gadis menilai perlunya pendekatan pengelolaan yang berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan atau sains. Pengelolaan yang tepat sangat dibutuhkan guna mencegah dan mengurangi tingkat eksploitasi berlebih yang dapat mengancam kelestarian serta populasi komoditas ini di masa mendatang. Baca Juga:  Pecinta Keju Wajib Tahu, Ini 5 Hal yang Terjadi pada Tubuh Jika Mengonsumsinya Secara Rutin Lebih lanjut, spesies air ini juga diklasifikasikan ke dalam kategori biologi kritis karena memiliki siklus hidup katadromus yang sangat spesifik dan rentan terhadap perubahan kondisi lingkungan. "Katadromus artinya dia ketika telur dan menetas di laut menjadi leptocephalus atau larva belut yang unik, memiliki bentuk pipih, transparan, dan seperti daun serta tidak punya kemampuan berenang," ungkapnya. Fase kehidupan sidat kemudian akan terus berlanjut melalui proses migrasi panjang dari laut menuju perairan darat. "Kemudian selama perjalanan dari perairan laut dalam ke estuari atau badan air semi tertutup yang berada di muara sungai, di mana air tawar dari sungai bercampur dengan air laut, dia berubah menjadi sidat kaca atau glass eel," tambahnya. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK