faktakalbar

Kalbar Jadi Kandidat Kuat Lokasi Pembangunan PLTN Pertama

Penulis: Redaksi Friday, 09 January 2026 📖 2 menit
Kalbar Jadi Kandidat Kuat Lokasi Pembangunan PLTN Pertama
Faktakalbar.id, KALIMANTAN BARAT - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan Indonesia akan segera memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, Kalimantan Barat (Kalbar) tercatat sebagai salah satu wilayah prioritas pembangunan proyek strategis ini, bersanding dengan Bangka Belitung (Babel). Meskipun demikian, penetapan lokasi tersebut belum sepenuhnya final. Baca Juga:  Kim Jong Un Pamer Kekuatan Nuklir, Pimpin Langsung Uji Coba Rudal Jelajah Strategis Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, E niya Listiani Dewi , menjelaskan bahwa pemerintah masih mengkaji keputusan terkait lokasi PLTN pertama tersebut. Kajian Lokasi dan Off-taker Eniya mengungkapkan bahwa meskipun RUPTL menyebutkan dua lokasi utama, data teknis untuk wilayah Bangka Belitung memang lebih banyak tersedia. Namun, ia mencatat bahwa Kalimantan Barat juga memiliki progres yang menjanjikan. "Nah lokasi kan dua yang disebutkan di RUPTL. Data yang paling banyak di Bangka, tapi Kalimantan ada yang sudah pra-FS atau apa yang mendahului. Terus datanya seperti apa saya belum tahu tuh. Nah nanti kalau tempat-tempat lain juga memungkinkan ya why not," ujar Eniya di Jakarta, Rabu (7/1/2026). Selain dua wilayah tersebut, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) sebenarnya merekomendasikan 28 lokasi potensial lainnya. Eniya menegaskan bahwa penentuan lokasi sangat bergantung pada kepastian pembeli listrik atau off-taker . "Ada list 28 kan yang dulu pernah ditelaah oleh BATAN. Nah kita tinggal dari list itu kan harus ada off-taker. Ini problem utama off-taker. Mau duluan Kalbar atau duluan Bangka atau duluan tempat lain, off-taker nya ini. Nah off-taker nya nanti dipastikan di FS," jelasnya. Proyek nuklir Indonesia ternyata menarik perhatian dunia internasional. Sejumlah negara maju telah menyatakan minatnya untuk menawarkan teknologi mereka, termasuk Rusia, Amerika Serikat, dan Kanada. "Kemarin aja Amerika juga datang. Kanada juga datang. Ramai," terang Eniya menggambarkan antusiasme investor. Menunggu Tanda Tangan Presiden Terkait regulasi, pemerintah sedang memproses pembentukan Organisasi Pelaksana Program Energi Nuklir atau Nuclear Energy Program Implementation Organization (NEPIO). Eniya menginformasikan bahwa Peraturan Presiden (Perpres) terkait hal ini sudah berada di meja Presiden. "Perpres sekarang di meja Presiden. Tinggal tunggu turun," ujarnya. Setelah Perpres terbit, Kementerian ESDM akan menyusun aturan pelaksana berupa Keputusan Menteri (Kepmen). Kepmen ini nantinya akan membentuk enam kelompok kerja (pokja) dengan tugas spesifik. "Setelah nanti Kepmen jalan kan itu ada 6 pokja. Nah masing-masing pokja nya itu kita beri tugas. Itu salah satunya untuk netapin tapak lah, yang satu ngurus perizinan, yang satu ngurus uang, kayak gitu," pungkas Eniya. Baca Juga: Profil Jamaah Al-Mu’min yang Bermarkas di Sungai Raya, Punya Kitab Internal, dan Difatwakan “Sesat” oleh MUI Kalbar Jika rencana ini terealisasi, Kalbar berpeluang menjadi salah satu pusat energi masa depan di Indonesia. (*Sari)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK