Kalbar Jadi Lokasi Hilirisasi Peternakan Ayam Terintegrasi, Groundbreaking Januari 2026
Faktakalbar.id, PONTIANAK –
Kalimantan Barat
terpilih menjadi salah satu dari 13 provinsi di Indonesia yang akan melaksanakan program hilirisasi peternakan ayam terintegrasi secara serentak.
Kepastian ini didapatkan setelah Gubernur Kalimantan Barat
Ria Norsan
menerima audiensi dari Chief Executive Officer (CEO) Firmansyah Khatulistiwa Group, Hendra Firmansyah, beserta jajarannya di ruang kerja Gubernur, Senin (5/1/2026).
Baca Juga:
Prabowo Kebut Hilirisasi, Kalbar Terima Investasi Rp77 Triliun
Pertemuan tersebut secara khusus membahas persiapan
groundbreaking
atau peletakan batu pertama proyek tersebut.
Berpusat di Kawasan Industri Mandor
Untuk wilayah Kalimantan Barat, implementasi kegiatan ini direncanakan akan dipusatkan di Kawasan Industri Mandor (KIM), Kabupaten Landak. Agenda strategis ini dijadwalkan terlaksana pada bulan Januari 2026 ini.
Gubernur Ria Norsan menilai program ini memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah, terutama dalam menjaga ketersediaan pangan.
“Diharapkan program ini dapat membantu masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan daging dan telur ayam, sehingga harga yang diterima masyarakat tetap terjangkau dengan kualitas yang baik,” ujarnya.
Agenda Nasional Dibuka Presiden
Dalam kesempatan yang sama, CEO Firmansyah Khatulistiwa Group, Hendra Firmansyah, menjelaskan teknis pelaksanaan acara.
Kegiatan
groundbreaking
secara nasional rencananya akan dipusatkan di Jawa Timur dan dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
Baca Juga:
Daftar 18 Proyek Hilirisasi, dari Bauksit Mempawah Hingga Aspal Buton
Sementara itu, para kepala daerah di provinsi lainnya, termasuk Gubernur Kalbar, dijadwalkan mengikuti prosesi tersebut secara virtual.
“Groundbreaking hilirisasi peternakan ayam terintegrasi akan dilaksanakan di Kabupaten Landak, tepatnya di Kawasan Industri Mandor. Program ini dilaksanakan serentak di 13 provinsi dan akan dibuka langsung oleh Bapak Presiden. Kami berharap Bapak Gubernur dapat mengikuti kegiatan ini,” kata Hendra.
Adapun tujuan utama dari program ini adalah mendukung pemerataan pembangunan di sektor peternakan, mengatasi potensi kelangkaan daging ayam dan telur, serta mendorong penciptaan lapangan kerja baru di daerah, sebagaimana yang menjadi fokus Kementerian Pertanian saat ini.
(*Red)
Tag:
#Ria Norsan
#ketahanan pangan
#Kabupaten Landak
#Kawasan Industri Mandor
#Firmansyah Khatulistiwa Group
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.