Kalimantan Barat Segera Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla, Modifikasi Cuaca Jadi Opsi Utama
Faktakalbar.id, PONTIANAK
– Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama pemerintah kabupaten/kota berencana segera menetapkan status siaga darurat
kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)
.
Langkah ini diambil guna mempercepat koordinasi dengan pemerintah pusat dalam penanganan potensi bencana kabut asap.
Hal tersebut disampaikan oleh Ria Norsan usai mengikuti Peringatan HUT ke-69 Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat di Halaman Kantor Gubernur pada Rabu (28/1/2026).
Ia menegaskan bahwa penetapan status ini sangat penting untuk menarik dukungan sarana dan prasarana dari tingkat nasional.
Baca Juga:
HUT ke-69 Pemprov Kalbar, Kapolda Pipit Rismanto Pastikan Kesiapan Jaga Stabilitas Kamtibmas
“Kita akan segera menetapkan status kita. Baik kabupaten kota maupun provinsi akan menetapkan status siaga darurat. Supaya apa? Supaya ini nanti diketahui provinsi pusat dan pusat juga nanti akan membantu apa yang kita perlukan,” ujar Ria Norsan.
Salah satu poin
krusial
yang diharapkan dari penetapan status tersebut adalah pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
Ria Norsan menilai metode ini terbukti ampuh berdasarkan pengalaman penanganan karhutla pada tahun-tahun sebelumnya.
“Terutama tahun lalu kita itu modifikasi cuaca yang sangat efektif sekali,” tambahnya.
Terkait Kebijakan Libur Sekolah
Mengenai dampak kabut asap terhadap aktivitas pendidikan, Ria Norsan menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada instruksi untuk meliburkan siswa. Namun, pemerintah terus memantau kualitas udara secara berkala untuk mengambil keputusan lebih lanjut.
“Sementara sih belum. Belum dan juga belum ada instruksi kita untuk meliburkan anak sekolah. Tapi nanti kalau kita lihat kabutnya semakin pekat, ini mungkin salah satu bagi kita untuk meliburkan anak sekolah,” tegasnya.
Penetapan status siaga darurat ini diharapkan menjadi landasan bagi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait untuk segera melakukan aksi pencegahan serta pemadaman di titik-titik hotspot yang mulai muncul di wilayah Kalimantan Barat.
Baca Juga:
HUT ke-69 Pemprov Kalbar, Zulfydar Minta OPD “Jemput Bola” Anggaran ke Pusat
(Mira)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.