Kaltara Tetapkan Status Siaga Darurat, 55 Hektare Lahan Bulungan Terbakar
Faktakalbar.id - Kebakaran hutan dan lahan seluas 55 hektare melalap wilayah Desa Sejau Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Faktakalbar.id - Kebakaran hutan dan lahan seluas 55 hektare melalap wilayah Desa Sejau Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana mencatat titik api yang terpantau sejak Minggu (30/8/2026) tersebut hingga kini belum sepenuhnya padam.
Tim gabungan penanggulangan bencana masih terus berjibaku di lapangan untuk memadamkan kobaran api serta mencegah penyebaran ke area pemukiman warga.
Kondisi cuaca kering dan angin yang bertiup kencang memperlambat proses pemadaman di area vegetasi yang didominasi tanaman kering tersebut.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara telah menetapkan status siaga darurat karhutla yang berlaku sejak 20 Agustus hingga 31 Desember 2026.
Penetapan status siaga darurat ini bertujuan mempercepat mobilisasi personel serta peralatan pemadam kebencanaan di seluruh wilayah terdampak.
Langkah ini juga diambil sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi eskalasi ancaman kebakaran selama musim kemarau berlangsung.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana terus melakukan pemantauan berkala terhadap perkembangan upaya pemadaman di wilayah Kabupaten Bulungan.
Masyarakat lokal diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan pertanian dengan cara dibakar guna mengantisipasi kemunculan titik api baru.
Pembakaran lahan secara sembarangan dalam kondisi kemarau sangat berbahaya karena api dapat merambat dengan cepat serta sulit dikendalikan.
Warga setempat juga diminta segera melapor ke posko BPBD terdekat apabila menemukan adanya kepulan asap di area hutan sekitar.
Koordinasi antarinstansi terus diperkuat untuk memastikan pasokan air dan peralatan pemadam kebakaran dapat menjangkau lokasi kritis di lapangan.
Pemerintah daerah berharap peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar dapat menekan angka kejadian kebakaran lahan secara signifikan.
Pemantauan satelit BMKG terus dimanfaatkan petugas untuk mengidentifikasi titik panas baru yang berpotensi memicu kebakaran susulan di Kaltara.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.