faktakalbar

Kanker Paru Serang Pasien Usia Muda di Indonesia

Penulis: Redaksi Friday, 27 February 2026 📖 1 menit
Kanker Paru Serang Pasien Usia Muda di Indonesia
Faktakalbar.id,LIFESTYLE - Penyakit kanker paru kini menyerang pasien dengan usia sepuluh tahun lebih muda di Indonesia. Kasus ini juga mencatat peningkatan tajam pada kelompok perempuan yang sama sekali tidak memiliki riwayat merokok. Sita Laksmi Andarini spesialis onkologi toraks , mengungkapkan fakta mengkhawatirkan terkait penyebaran penyakit mematikan ini. Kanker paru menempati peringkat ketiga sebagai kasus kanker baru paling banyak di Indonesia. Penyakit ini juga menjadi penyebab utama kematian akibat kanker secara global. “Di Indonesia usia kanker paru 10 tahun lebih muda dibandingkan di luar negeri. Angkanya juga meningkat terutama pada perempuan yang tidak merokok dan usia muda,” ungkap Sita, Kamis (26/2/2026)). Baca Juga :  Temuan Baru: Bakteri di Akar Kunyit Berpotensi Jadi Senjata Lawan Kanker Payudara Faktor Utama Pemicu Kanker Paparan asap rokok menempati urutan pertama sebagai pemicu utama kanker paru. Faktor risiko lainnya meliputi paparan asbes, polusi udara partikel halus, riwayat tuberkulosis, serta riwayat garis keturunan keluarga. Masyarakat dapat mencegah penyakit ini dengan menjauhi kebiasaan merokok secara ketat. “Risiko yang paling tinggi adalah paparan asap rokok. Dengan menghindari asap rokok, sekitar 80% penyakit kronis termasuk kanker paru, penyakit jantung, dan stroke bisa dicegah,” jelasnya. Banyak pasien mendatangi fasilitas kesehatan ketika sel kanker sudah memasuki stadium lanjut. Sel kanker berkembang sangat cepat dari stadium awal menuju stadium akhir hanya dalam rentang waktu satu hingga satu setengah tahun. Pengobatan pada stadium awal memberikan peluang hidup lebih tinggi dan menekan biaya medis secara signifikan. Baca Juga:  Benarkah Tidur Cukup Bisa Turunkan Risiko Kanker Payudara? Ini Faktanya Rumah sakit merekomendasikan pemeriksaan skrining bagi kelompok usia empat puluh lima hingga tujuh puluh satu tahun yang memiliki riwayat merokok atau memiliki garis keturunan kanker paru. “Deteksi kanker paru pada stadium awal sangat penting. Bahkan perbedaan satu stadium dapat meningkatkan biaya pengobatan hingga beberapa kali lipat,” pungkas Sita. (*Sr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK