Kapolda Kalbar: Alasan Perut di Tambang Ilegal Itu Bohong
Faktakalbar.id, KALIMANTAN BARAT -
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto melontarkan pernyataan keras terkait aktivitas
Penambangan Tanpa Izin
(PETI).
Dalam konferensi pers akhir tahun di
Mapolda Kalbar
, ia membantah tegas narasi yang menyebut aktivitas ilegal tersebut terjadi karena desakan ekonomi atau urusan perut.
Jenderal bintang dua ini menilai alasan kebutuhan ekonomi hanyalah kebohongan publik semata. Ia meyakini para pelaku justru berasal dari kalangan bermodal besar, mengingat penggunaan alat berat yang masif di lokas
i tambang.
Baca Juga:
Dituduh Pasok BBM ke Tambang Ilegal, Pemilik Kios di Meliau Bantah Keras: Kami Sudah Lama Tutup
“Bohong kalo soal perut. Orang melakukan penambangan itu adalah orang-orang kaya. Mengirim peralatan semua pakai ekskavator, menggerakkan ekskavator. Jadi saya tidak percaya dengan kata-kata orang,” tegas Irjen Pol Pipit Rismanto.
Pipit menegaskan bahwa keberadaan alat berat di lapangan membuktikan pelakunya bukan warga miskin yang sedang kesusahan. Ia menyebut para pelaku tersebut hanya mengejar keuntungan pribadi dengan cara merusak alam.
“Kalau orang yang menambang dengan peralatan besar, tapi ngakunya miskin, itu adalah serakah, dia nggak puas,” imbuhnya.
Ancaman Merkuri dan Stunting
Selain menyoroti para cukong, Pipit juga mengkhawatirkan dampak penggunaan bahan kimia berbahaya seperti sianida dan merkuri dalam proses pengolahan emas.
Ia mengingatkan bahwa limbah beracun tersebut mencemari perairan dan meracuni ikan yang masyarakat konsumsi.
Hal ini, menurutnya, berdampak langsung pada tingginya angka
stunting
di Kalimantan Barat.
“Bayangkan makan ikan di dalamnya ada kandungan merkuri, berapa anak kita yang stunting. Stunting itu bukan hanya badannya, otaknya juga ikut stunting,” ujar Kapolda Kalbar dengan nada prihatin.
Kerusakan Lingkungan Permanen
Mantan Dirtipidter Bareskrim Polri ini juga menyoroti kerusakan permanen pada struktur tanah akibat pengerukan yang tidak terkendali.
Baca Juga:
Sasar 4 Kabupaten/Kota, Pemprov Lampung Hentikan Paksa Puluhan Aktivitas Tambang Ilegal
Ia mempertanyakan keuntungan segelintir orang yang harus mengorbankan keselamatan lingkungan jangka panjang.
“Begitu bawahnya udah dikerok-kerok, nanti terjadi kayak Lapindo, mau seperti itu? Itu ada di dalam perut bumi, diganggu-ganggu, itu menguntungkan memperkaya berapa orang,” tanyanya menutup pernyataan.
(*Sari)
Tag:
#Tambang Ilegal
#Berita Pontianak
#Stunting
#Kapolda Kalbar
#Irjen Pol Pipit Rismanto
#PETI Kalbar
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.