faktakalbar

Kapolda Maluku Pecat Bripda Mesias Viktor Siahaya, Oknum Brimob Penganiaya Siswa di Tual

Penulis: Redaksi Wednesday, 25 February 2026 📖 1 menit
Kapolda Maluku Pecat Bripda Mesias Viktor Siahaya, Oknum Brimob Penganiaya Siswa di Tual
Faktakalbar.id, AMBON - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku resmi memberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) Bripa Mesias Viktor Siahayad , anggota Brimob yang menjadi tersangka dugaan penganiayaan terhadap seorang siswa di Kota Tual hingga meninggal dunia, Selasa (24/2/2026). Baca Juga:   Insiden Maut di Kota Tual, Pelajar 14 Tahun Tewas Diduga Akibat Kekerasan Oknum Brimob Kapolda Maluku Dadang Hartanto menegaskan bahwa keputusan ini diambil untuk memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban. Selain itu, langkah tegas tersebut merupakan wujud nyata komitmen institusi kepolisian dalam melakukan penegakan disiplin terhadap anggotanya yang melakukan pelanggaran berat. Korban yang bernama Arianto Tawakal (14), seorang siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) di Kabupaten Maluku Tenggara, meninggal dunia setelah diduga mengalami penganiayaan pada Kamis (19/2/2026). Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban diduga dipukul menggunakan helm oleh pelaku saat sedang melintas di lokasi kejadian di Kota Tual. Pukulan tersebut menyebabkan Arianto terjatuh dari sepeda motor dalam posisi menyamping dan terseret hingga beberapa meter. Sebelum mengembuskan napas terakhir, korban sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Karel Sadsuitubun akibat luka berat yang dideritanya, namun nyawanya tidak tertolong. Baca Juga:  Laga Sepak Bola Berujung Ricuh, Ratusan Personel TNI dan Brimob Bentrok di Buton Selatan Peristiwa ini telah melukai rasa keadilan publik dan menuntut pengusutan yang transparan serta menyeluruh. Tragedi ini juga mengundang simpati luas bagi keluarga korban yang saat ini tengah memperjuangkan kebenaran. "Kehilangan nyawa seorang anak akibat dugaan penganiayaan merupakan tragedi kemanusiaan yang tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun," bunyi pernyataan terkait insiden tersebut. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK