faktakalbar

Sinergi Karantina dan Eksportir, Bawa Buah Hutan Kalbar Mendunia

Penulis: Redaksi Thursday, 26 February 2026 📖 2 menit
Sinergi Karantina dan Eksportir, Bawa Buah Hutan Kalbar Mendunia
Faktakalbar.id, BENGKAYANG – Dua buah eksotis dari kedalaman hutan Kalimantan Barat , yakni buah dabai dan asam keranji, sukses mencuri perhatian di pasar Serikin , Sarawak, Malaysia. Baca Juga:  Ekspor ‘Buah Peluru’ dan ‘Buah Bom’ Lewat PLBN Jagoi Babang Melonjak di Awal 2026 Pengiriman komoditas lokal yang membuktikan tingginya daya saing di kancah global ini difasilitasi melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang , Kabupaten Bengkayang, Selasa (24/2/2026). Terhitung sejak awal Januari hingga pertengahan Februari 2026, buah dabai mendominasi pengiriman dengan volume fantastis mencapai 9.990 kilogram senilai Rp114.356.000 melalui 72 kali frekuensi pengiriman. Sementara itu, komoditas asam keranji yang mulai naik daun menjelang musim perayaan Imlek, mencatatkan volume ekspor sebesar 2.066 kilogram dengan nilai barang Rp14.446.600 dalam 30 kali pengiriman. Dibalik kesuksesan ekspor ini, Karantina Kalimantan Barat memegang peranan vital dalam memastikan setiap komoditas memenuhi standar global sesuai amanat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019. Melalui pemeriksaan administratif dan fisik di pintu keluar, petugas memastikan buah lokal tersebut bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) serta memenuhi standar persyaratan negara tujuan. Sertifikat karantina yang diterbitkan inilah yang menjadi “paspor kesehatan” resmi guna menjamin kelancaran produk menembus pasar internasional. Baca Juga:  Sinergi di Batas Negeri, Satgas Pamtas dan Karantina Selamatkan Trenggiling di Jagoi Babang Penanggung Jawab Satuan Pelayanan (Satpel) PLBN Jagoi Babang, Noval Isnaeni, menyambut positif tren peningkatan pengiriman komoditas lokal ini. “Geliat ekspor ini adalah bukti kualitas produk kita diakui dunia. Kami mengimbau para eksportir untuk selalu mendaftarkan media pembawanya ke Karantina. Jangan takut, karena prosesnya mudah, transparan, dan kami siap melakukan pendampingan hingga produk Anda layak terbang ke pasar global,” ungkap Noval. Sebagai informasi, kedua buah primadona ekspor ini memiliki karakteristik yang sangat unik. Buah dabai dikenal dengan kulit hitam pekat dan daging kuning yang lembut. Cara menikmatinya pun sangat khas, yakni direndam dalam air hangat hingga lunak, lalu disantap bersama taburan garam atau gula. Di sisi lain, asam keranji merupakan buah musiman dengan cangkang keras rapuh yang menyimpan rasa asam-manis yang menyegarkan di dalamnya. (FR)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK