faktakalbar

Perkokoh Benteng Hayati, Karantina Kalbar Fokus Integritas dan Sertifikasi ISO Internasional

Penulis: Redaksi Monday, 12 January 2026 📖 1 menit
Perkokoh Benteng Hayati, Karantina Kalbar Fokus Integritas dan Sertifikasi ISO Internasional
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Semangat memperkokoh benteng pertahanan hayati negara mewarnai pelaksanaan apel pagi di lingkungan Karantina Kalimantan Barat , Senin (12/01/2026). Dalam kegiatan yang digelar secara luring dan daring tersebut, integritas petugas dan target sertifikasi internasional menjadi sorotan utama. Baca Juga:   Gerbang Negara Dijaga, Karantina Kalbar Amankan Media Pembawa Hewan Berisiko Bertindak sebagai pembina apel mewakili jajaran pimpinan, Joko Purwono menyampaikan sejumlah instruksi strategis. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan melalui persiapan sertifikasi internasional, yakni ISO 9001, ISO 37001, dan ISO 45001. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan standar mutu, anti-penyuapan, dan keselamatan kerja di lingkungan Karantina. Selain isu sertifikasi, kedisiplinan administrasi kepegawaian turut menjadi atensi. Seluruh pegawai diimbau untuk segera merampungkan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) tahun 2025 dan mulai merancang target SKP untuk tahun 2026. Hal ini bertujuan agar penilaian kinerja dapat berjalan akurat dan tepat waktu. Dalam arahannya, Joko secara khusus meminta seluruh jajaran untuk memperkuat sinergi dan kewaspadaan di titik-titik rawan pemasukan dan pengeluaran komoditas. Baca Juga:  Tembus 9,8 Juta Kilogram, Ekspor Komoditas Pertanian via PLBN Jagoi Babang Meroket Tajam “Teman-teman sekalian, saya selalu mengingatkan agar kekompakan di instansi kita ini terus dijaga dan dijalin erat demi kemajuan kantor. Pengawasan di perbatasan, pelabuhan, dan bandara harus dilakukan secara benar-benar serius agar tidak muncul permasalahan di kemudian hari. Mari kita tetap semangat dan menjaga kesehatan dalam menjalankan tugas-tugas setiap harinya,” tegas Joko. Karantina Kalimantan Barat menempatkan keamanan wilayah perbatasan, pelabuhan, dan bandara sebagai prioritas utama pengawasan. Langkah preventif ini diperketat guna mencegah potensi pelanggaran hukum serta masuknya hama penyakit hewan dan tumbuhan. Kegiatan apel pagi ini diharapkan menjadi momentum refleksi bagi seluruh pegawai untuk meningkatkan kedisiplinan dan integritas, yang menjadi kunci keberhasilan organisasi dalam memberikan pelayanan publik yang prima. (ra)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK