Karantina Kalbar Perkuat Sinergi Pendidikan, Terima Siswa Prakerin di PLBN Jagoi Babang
Faktakalbar.id, BENGKAYANG -
Karantina Kalimantan Barat
melalui Satuan Pelayanan Pos Lintas Batas Negara
(PLBN) Jagoi Babang
secara resmi membuka pintu bagi generasi muda perbatasan untuk mendalami dunia profesional melalui program Praktik Kerja Industri (Prakerin).
Baca Juga:
Kodim 1209/Bengkayang Kawal Ketat Distribusi Makan Bergizi Gratis di Jagoi Babang
Langkah edukatif ini ditandai dengan diterimanya tiga siswa terpilih dari SMKN 1 Jagoi Babang, yang terdiri dari dua siswi perempuan dan satu siswa laki-laki, Selasa (03/2/2026).
Menunjukkan betapa strategisnya program ini, Penanggung Jawab Satuan Pelayanan (Satpel) PLBN Jagoi Babang, Noval Isnaeni, terjun langsung untuk menyambut sekaligus memberikan pengarahan perdana kepada para siswa.
Dalam kesempatan tersebut, Noval memberikan gambaran besar mengenai peran krusial karantina dalam melindungi kekayaan alam hayati dari ancaman Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK), serta Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).
“Selama masa magang ini, ketiga siswa tersebut akan menjalani kurikulum PRAKERIN yang komprehensif, mencakup aspek teknis hingga administratif perkarantinaan. Mereka akan diajak melihat langsung proses pemeriksaan fisik komoditas, pemahaman regulasi karantina, hingga bagaimana prosedur standar operasional (SOP) diterapkan di lapangan,”
pungkas Noval.
Baca Juga:
Dorong Produk Lokal Mendunia, Karantina Kalbar Gelar Sosialisasi Ekspor di PLBN Jagoi Babang
Noval menambahkan bahwa kehadiran para siswa di lingkungan kerja karantina memiliki makna lebih dari sekadar pemenuhan kewajiban akademik.
Hal ini merupakan wujud nyata kerja sama antara instansi pemerintah dengan lembaga pendidikan.
“Kehadiran mereka di garda terdepan penjagaan hayati negara ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan wujud nyata sinergi antara instansi pemerintah dan lembaga pendidikan dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan memahami pentingnya biosekuriti di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia,”
tambahnya.
Program edukasi perbatasan ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi siswa SMKN 1 Jagoi Babang untuk mengeksplorasi potensi karier mereka di masa depan.
Dengan membekali mereka pengalaman praktis di Karantina Kalbar, para siswa kini memiliki pandangan yang lebih luas dan pemahaman mendalam mengenai pentingnya perlindungan sumber daya alam hayati di Indonesia.
(FR)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.