faktakalbar

Karhutla di Mempawah Kembali Terjadi, Asap Tebal Tutup Jalan Raya Sungai Pinyuh

Penulis: Redaksi Sunday, 01 March 2026 📖 2 menit
Karhutla di Mempawah Kembali Terjadi, Asap Tebal Tutup Jalan Raya Sungai Pinyuh
Faktakalbar.id, MEMPAWAH - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menghanguskan area lahan gambut di wilayah RT 01/RW 03, Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah pada Sabtu (28/2/2026) sore. Insiden karhutla di Mempawah ini mengakibatkan kepulan asap tebal yang secara langsung menutupi akses utama Jalan Raya Galang-Sungai Pinyuh dan mengganggu arus lalu lintas masyarakat. Baca Juga: Karhutla di Mempawah Meluas, Api Lahap Kios Warga Desa Galang Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah, Desvan, mengungkapkan bahwa kobaran api melahap habis hamparan semak belukar dan lahan gambut di Desa Galang. Faktor suhu panas yang terik dipadukan dengan hembusan angin kencang di lokasi kejadian menyebabkan api dengan cepat merembet dan membakar lahan-lahan di sekitarnya. Dampak dari membesarnya titik api tersebut memicu timbulnya polusi udara yang parah. Desvan menjelaskan bahwa asap tebal dari sisa pembakaran membumbung tinggi hingga turun menutup akses Jalan Raya Galang-Sungai Pinyuh. Kondisi ini sangat mengganggu penglihatan pengendara karena jarak pandang di jalan raya menjadi sangat pendek dan berisiko tinggi terhadap keselamatan lalu lintas. “Asap mengarah dan menutup akses jalan raya. Asapnya tebal dan pekat hingga menyebabkan mata perih dan jarak pandang hanya sekitar 20 meter,” ungkap Desvan. Merespons kondisi kedaruratan tersebut, Desvan memastikan bahwa tim petugas gabungan telah dikerahkan dan berada di lokasi kejadian. Personel yang terdiri dari unsur Damkar BPBD Mempawah serta unit Damkar Swasta terus bersiaga dan berjibaku melakukan upaya pemadaman karhutla di Mempawah ini. Operasi pemadaman dan pendinginan lahan tersebut dilakukan secara intensif dan tanpa henti sejak Sabtu sore hingga berlanjut ke malam hari. Baca Juga: Dampak Karhutla di Mempawah: Warga Desa Galang Dievakuasi Akibat Sesak Napas Meski demikian, dalam proses penjinakan si jago merah di lapangan, tim gabungan menghadapi sejumlah kendala teknis alam yang cukup menyulitkan pergerakan petugas. “Kami kesulitan mendapatkan sumber air dan angin kencang menjadi kendala saat memadamkan Karhutla di Desa Galang ini,” pungkasnya. Peristiwa kebakaran di kawasan gambut ini menjadi atensi penuh karena melumpuhkan jarak pandang di jalur vital antarkecamatan. Dengan jarak pandang yang terbatas hanya 20 meter, para pengendara yang melintas diwajibkan untuk ekstra waspada, menyalakan lampu kendaraan, dan mengurangi kecepatan. Pemadaman terus diprioritaskan agar kabut asap segera mereda dan akses jalan dapat kembali normal. (*Red)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK