Kasus Bupati Sudewo, KPK Sita 5 Koper Dokumen dari KSPPS Artha Bahana Syariah Pati
Faktakalbar.id, PATI –
Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (
KPK
) kembali melakukan rangkaian penggeledahan di wilayah Kabupaten Pati.
Kali ini, petugas mendatangi Kantor Pusat KSPPS Artha Bahana Syariah (ABS) yang berlokasi di Desa Semampir, Kecamatan Pati, pada Sabtu (24/1/2026) sore.
Baca Juga:
Bupati Pati Ditangkap KPK, Warga: Doa Kami Terjawab
Langkah ini dilakukan guna mengumpulkan tambahan alat bukti terkait penyidikan kasus dugaan pemerasan dalam praktik jual beli jabatan perangkat desa.
Kasus tersebut telah menyeret nama Bupati Pati, Sudewo, yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka usai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Selasa (20/1/2026).
Penggeledahan Berlangsung 5 Jam
Berdasarkan pantauan di lapangan, tim penyidik KPK mulai memasuki kantor koperasi sekitar pukul 15.30 WIB dan baru meninggalkan lokasi pada pukul 20.10 WIB.
Aktivitas ini sempat menarik perhatian warga sekitar yang berkerumun di lokasi sejak sore hari.
Dari hasil penggeledahan selama kurang lebih lima jam tersebut, penyidik terlihat membawa keluar lima koper dan satu kardus.
Barang-barang tersebut diduga kuat berisi dokumen serta barang bukti lainnya yang relevan dengan perkara.
Sebagai informasi, KSPPS Artha Bahana Syariah diketahui merupakan koperasi milik Subur. Sosok Subur disebut-sebut masuk dalam Tim 8 dan merupakan salah satu tim sukses Sudewo pada Pilkada 2024.
Operasional Koperasi Tetap Normal
Menanggapi penggeledahan tersebut, Legal Corporate KSPPS ABS, Ahmad Nur Khodin, memberikan klarifikasi.
Ia memastikan bahwa proses hukum yang berjalan tidak berdampak pada operasional maupun layanan koperasi yang memiliki sekitar 20 cabang tersebut.
“Intinya kami menyayangkan karena tidak ada kesempatan apa pun untuk mendampingi. Namun yang jelas, penggeledahan ini tidak mempengaruhi kegiatan dan pelayanan koperasi. Pelayanan tetap berjalan seperti biasa,” ujar Ahmad Nur Khodin.
Baca Juga:
Jadi Tersangka KPK, Bupati Pati Sudewo Mengaku Dikorbankan
Ahmad juga menegaskan bahwa dana nasabah dalam kondisi aman karena penggeledahan ini murni terkait urusan pemilik, bukan kondisi finansial lembaga.
“Kami harapkan anggota tetap tenang, masyarakat juga tetap tenang. Dana aman dan operasional tetap berjalan normal. Tidak ada kaitannya dengan keuangan Artha Bahana Syariah,” tegasnya.
Selama proses penggeledahan, Ahmad mengaku tidak diperbolehkan masuk ke dalam ruangan untuk menyaksikan pemeriksaan dokumen oleh penyidik.
“Saya tidak bisa masuk ke dalam. Saya sudah berusaha mendampingi, namun pihak penyidik KPK tidak mengizinkan,” pungkasnya.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.