faktakalbar

Kasus Campak Melonjak Pasien Wajib Lakukan Isolasi Mandiri

Penulis: Redaksi Wednesday, 11 March 2026 📖 1 menit
Kasus Campak Melonjak Pasien Wajib Lakukan Isolasi Mandiri
Faktakalbar.id, LIFESTYLE - Individu yang terinfeksi campak wajib melakukan isolasi mandiri. Langkah ini penting masyarakat terapkan untuk mencegah penularan penyakit yang menyebar dengan sangat cepat tersebut. Pelatih kesehatan sekaligus dokter spesialis penyakit dalam , Kasim Rasjidi , mengimbau masyarakat yang terkena campak untuk melakukan isolasi mandiri dan tidak bersosialisasi. Campak sangat mudah menular terutama pada kelompok balita dan anak-anak, meskipun orang dewasa juga memiliki kemungkinan untuk terpapar penyakit ini. Baca Juga: Kasus Campak Tinggi di RI, Seberapa Mudah Virus Ini Menular? "Betul, kalau kena campak, lakukan isolasi mandiri. Campak itu mudah sekali menular, apalagi pada anak dan balita. Meskipun sebetulnya dewasa juga masih bisa terpapar, saya pernah dapat kasus seorang wanita kena campak di hari pernikahannya," kata Kasim Rasjidi. Masa Pemulihan Pasien Kasim Rasjidi menjelaskan bahwa seseorang yang terinfeksi campak umumnya tidak lagi menularkan virus ketika kondisi tubuhnya kembali bugar. Secara teori, pasien tidak lagi menularkan virus sekitar lima hari setelah ruam muncul pada kulit. Proses pemulihan setiap pasien membutuhkan waktu yang berbeda-beda. "Pemulihan campak, seperti juga demam berdarah dengue, kalau sudah pulih ya pulih. Artinya, ketika seseorang sudah sembuh, infeksi tersebut benar-benar telah selesai. Kalau kemudian seseorang terkena campak lagi, itu berarti infeksi baru," ujar Kasim Rasjidi. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, meminta individu yang memiliki tanda atau gejala campak untuk segera menjauhi aktivitas berkumpul. Ia mengimbau masyarakat yang mengalami demam dan ruam kemerahan untuk menghindari kontak dengan individu sehat dan langsung menjalani isolasi. “Khusus kepada individu yang memiliki gejala demam, ada tanda-tanda suspek campak seperti ruam kemerahan, sebaiknya tidak kumpul-kumpul, kemudian tidak pergi ke tempat-tempat, termasuk tempat wisata maupun tempat keramaian lainnya. Sebaiknya di rumah saja,” kata Andi Saguni. (*Sr)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK