faktakalbar

Kasus Penembakan Diplomat di Peru, DPR Minta Kemenlu Tingkatkan Sistem Keamanan Luar Negeri

Penulis: Redaksi Wednesday, 03 September 2025 📖 3 menit
Kasus Penembakan Diplomat di Peru, DPR Minta Kemenlu Tingkatkan Sistem Keamanan Luar Negeri
Faktakalbar.id, JAKARTA - Kasus tewasnya Zetro Leonardo Purba, seorang pejabat kanselerai di Kedutaan Besar Republik Indonesia ( KBRI ) di Lima, Peru, menjadi sorotan utama Komisi I DPR RI . Insiden tragis yang menewaskan Zetro oleh orang tak dikenal ini mendorong DPR untuk mendesak pemerintah agar segera mengevaluasi dan meningkatkan sistem keamanan bagi seluruh perwakilan dan warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Baca Juga: Pemerintah Indonesia Dorong Investigasi Penembakan 5 WNI oleh Aparat Malaysia Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, menekankan pentingnya langkah cepat dari pemerintah. "Pemerintah, khususnya Kemenlu, perlu segera mengevaluasi sistem keamanan bagi seluruh perwakilan RI di luar negeri, termasuk penempatan personel, koordinasi dengan aparat lokal, dan mitigasi risiko," ujar Dave kepada wartawan, Selasa (2/9/2205). Dave juga mendesak agar pihak berwenang di Peru melakukan investigasi yang transparan. "Kami mendesak agar otoritas Peru melakukan investigasi yang menyeluruh dan transparan, serta memastikan pelaku diadili sesuai hukum yang berlaku, dengan pengawalan aktif dari Kemenlu melalui jalur diplomatik dan hukum," tambahnya. Menurut Dave, negara harus hadir memberikan dukungan penuh, termasuk pendampingan psikologis dan hukum bagi keluarga korban, serta menjamin pemenuhan hak-hak mereka. "Tragedi ini tidak boleh berlalu tanpa kejelasan hukum dan perbaikan sistemik. Komisi I DPR RI akan terus mengawal proses ini demi kehormatan dan keselamatan para diplomat kita di seluruh dunia," tegasnya. Pelanggaran Konvensi Wina dan Desakan Perlindungan Senada dengan Dave, Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta menilai penembakan terhadap diplomat merupakan pelanggaran berat terhadap Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik. Baca Juga: Kapolri Listyo Sigit: Penembakan Peluru Karet untuk Massa Anarkis Sesuai Prosedur Sukamta menyampaikan duka mendalam atas gugurnya salah satu diplomat terbaik bangsa ini. "Atas nama Fraksi PKS dan Komisi I DPR RI, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan seluruh jajaran Kementerian Luar Negeri RI atas gugurnya salah satu diplomat terbaik bangsa. Ini adalah duka kita bersama sebagai bangsa Indonesia," kata Sukamta. Ia juga mendesak pemerintah Peru untuk bertindak cepat dan akuntabel. "Kami mendesak pemerintah Peru dan otoritas setempat untuk segera melakukan investigasi menyeluruh, transparan, dan akuntabel terhadap insiden ini. Pemerintah Peru wajib memberikan perlindungan, menjamin keamanan, dan memastikan tidak ada lagi ancaman terhadap staf diplomatik Indonesia," jelasnya. Untuk mengungkap kasus ini, Sukamta mendorong Kementerian Luar Negeri Indonesia berkoordinasi dengan Interpol, PBB, dan otoritas keamanan Peru. Baca Juga: WNI Tewas Ditembak di Perairan Malaysia, Berikut Penjelasan Kemenlu RI Ia juga menekankan pentingnya peningkatan keamanan WNI dan KBRI, serta pemetaan potensi ancaman. "Keamanan WNI adalah prioritas utama. Kami tidak ingin insiden ini terulang, apalagi jika ada potensi keterlibatan geng kriminal internasional atau praktik korupsi di tingkat lokal yang memicu lemahnya perlindungan," ungkap Sukamta. "Kita harus memastikan bahwa perwakilan diplomatik kita dapat menjalankan tugas dengan aman dan bermartabat. Jika ada indikasi keterlibatan geng kriminal atau kelompok terorganisasi, negara harus hadir dan tegas," tambahnya. Kemenlu Minta Investigasi Tuntas Menteri Luar Negeri Sugiono, menanggapi insiden ini, telah berkoordinasi dengan pihak Peru. Ia meminta pemerintah Peru untuk melakukan investigasi tuntas atas kasus kematian Zetro Leonardo Purba. "Kami sudah menyampaikan kepada pihak Kementerian Luar Negeri Peru dan kepolisian di sana untuk bisa menyelidiki kasus ini hingga tuntas," kata Sugiono dalam sebuah video. Sugiono juga telah menginstruksikan Duta Besar RI untuk Peru, Ricky Suhendar, untuk memantau proses penyelidikan dan mengurus pemulangan jenazah ke Indonesia. Baca Juga: KBRI Manama Imbau WNI di Bahrain Waspada Usai Serangan Rudal Iran ke Pangkalan AS Kepada seluruh jajaran Kemlu, Sugiono mengingatkan untuk mengutamakan keselamatan saat bertugas. "Dan dalam kesempatan ini juga, saya ingin menyampaikan kepada rekan-rekan Kementerian Luar Negeri untuk tetap sabar, tabah, dan tegar dan yang pasti di mana pun Saudara-saudara berada, tetaplah menjadikan faktor keselamatan sebagai sesuatu yang utama di dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita kepada bangsa dan negara," pungkasnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK