faktakalbar

Kebakaran Lahan di Konsesi PT Mayawana Persada Kayong Utara

Faktakalbar.id - Tim pemadam gabungan terus menggempur sisa titik kebakaran hutan dan lahan yang melanda area konsesi PT Mayawana Persada di Kabupaten Kayong Utara sejak awal Agustus 2026. Penanganan darurat di lapangan kini terfokus pada proses pen…

Penulis: Natash Saturday, 12 September 2026 📖 1 menit
Kebakaran Lahan di Konsesi PT Mayawana Persada Kayong Utara
Pembangunan Embung (waduk) untuk cadangan air di lahan perkebunan. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Tim pemadam gabungan terus menggempur sisa titik kebakaran hutan dan lahan yang melanda area konsesi PT Mayawana Persada di Kabupaten Kayong Utara sejak awal Agustus 2026.

Penanganan darurat di lapangan kini terfokus pada proses pendinginan area guna mencegah kemunculan kembali titik api di atas tanah gambut.

Proses pemadaman menghadapi kendala berat akibat medan yang sulit ditembus, perubahan arah angin yang cepat, serta minimnya ketersediaan debit air.

Guna menjaga kelembapan tanah, perusahaan mengoperasikan sebanyak 322 sekat kanal dan 74 titik penampungan air di seluruh area rawan.

Pembangunan sarana pengairan tersebut difungsikan untuk membasahi kembali kawasan gambut yang mengering akibat kemarau panjang.

Delapan posko taktis disiagakan secara penuh untuk memantau pergerakan asap serta melokalisasi perambatan api di area konsesi.

Perusahaan juga menerjunkan alat berat serta membangun sekat bakar hingga ke wilayah desa-desa yang berbatasan langsung dengan lokasi industri.

"Karhutla tidak mengenal batas administrasi maupun batas wilayah kerja perusahaan. Karena itu, penanganannya juga tidak mungkin dilakukan sendiri-sendiri," kata Direktur PT Mayawana Persada Iwan Budiman pada Sabtu, 12 September 2026.

Selain pemadaman darat, pengawasan intensif terus ditingkatkan melalui kolaborasi bersama kelompok Masyarakat Peduli Api di wilayah penyangga.

Warga di desa penyangga dibekali pelatihan teknis serta alat perlindungan diri untuk membantu isolasi pergerakan api dari tingkat tapak.

"Fokus kami saat ini adalah memastikan penanganan terus berjalan hingga titik-titik api dapat dikendalikan dan dilanjutkan dengan pendinginan serta pemantauan untuk mencegah munculnya kembali api," ujar Iwan.

Upaya pendinginan lahan secara menyeluruh diperkirakan masih membutuhkan waktu hingga seluruh struktur tanah gambut kembali membasah.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK