Kebakaran Mebel di Mempawah, Dua Anak dan ART Nyaris Terjebak Api
Faktakalbar.id, MEMPAWAH -
Sebuah insiden kebakaran mebel di Mempawah menghanguskan bangunan tempat usaha yang berlokasi di Jalan Aneka, RT 13/RW 05, Kelurahan Tengah, Kota Mempawah, pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.
Dalam peristiwa nahas tersebut, dua orang anak beserta satu Asisten Rumah Tangga (ART) dari pemilik usaha nyaris menjadi korban karena terjebak oleh kobaran api yang membesar dengan sangat cepat.
Baca Juga:
Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran Kontrakan di Mempawah Timur
Kapolsek Mempawah Hilir, Iptu Suhartadi, secara resmi membenarkan adanya insiden kebakaran yang melanda tempat usaha pembuatan perabotan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa tempat usaha mebel yang terbakar itu diketahui merupakan milik seorang warga bernama Ibrahim. Peristiwa ini pertama kali diketahui dan dilaporkan oleh seorang saksi mata yang juga merupakan tetangga korban, yakni Bernadus.
Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun oleh pihak kepolisian, saksi yang saat itu keluar dari rumahnya terkejut melihat api yang sudah membesar di area bengkel kerja.
“Saat saksi keluar dari rumah, api sudah membumbung tinggi membakar di tempat usaha mebel milik korban,” terang Suhartadi.
Melihat situasi yang genting, saksi mata langsung berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Warga setempat yang mendengar teriakan tersebut bergegas mendatangi lokasi kejadian untuk memberikan bantuan pemadaman.
Pada saat yang bersamaan, warga baru menyadari bahwa pemilik usaha sedang tidak berada di lokasi kejadian.
“Saksi dan warga baru mengetahui kalau pemilik mebel sedang berada ke luar kota. Sementara didalam rumah terdapat dua anak dan seorang ART,” ujarnya.
Kapolsek melanjutkan, upaya pemadaman awal yang dilakukan oleh warga dengan menggunakan peralatan manual tidak membuahkan hasil maksimal.
Baca Juga:
Bangunan Dua Lantai di Pasir Wan Salim Ludes, BPBD Padamkan Kebakaran Rumah di Mempawah
Material bangunan dan tumpukan kayu di dalam tempat usaha membuat kobaran api semakin membesar dan dengan cepat melalap seluruh bangunan.
“Melihat kondisi api yang semakin besar, saksi Bernadus berinisiatif membangunkan kedua anak korban dan ART yang berada di dalam rumah. Sebab, mereka rawan terjebak api. Mengingat, lokasi mebel dengan rumah bersebelahan,” bebernya.
Sembari melakukan evakuasi penghuni rumah dan menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran (Damkar), warga sekitar terus berusaha menjinakkan api secara gotong royong agar tidak merambat ke bangunan lainnya.
Tidak berselang lama, bantuan datang berupa tiga unit mobil pemadam dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mempawah dan satu unit armada dari Damkar AMPC yang langsung diterjunkan ke tempat kejadian perkara (TKP).
“Petugas damkar berhasil mengendalikan api dan proses pemadaman berlangsung hingga pukul 04.00 WIB,” sebutnya.
Terkait dengan pemicu utama dari peristiwa kebakaran mebel di Mempawah ini, pihak Kepolisian Sektor Mempawah Hilir belum dapat memberikan kepastian.
(*red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.