faktakalbar

Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Meluas Hingga 3 Hektare, 75 Warga Terpaksa Mengungsi

Faktakalbar.id - Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah, memaksa puluhan warga meninggalkan rumah mereka, Jumat (4/9/2026). Insiden kebakaran yang…

Penulis: Wati Friday, 04 September 2026 📖 1 menit
Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Meluas Hingga 3 Hektare, 75 Warga Terpaksa Mengungsi
Kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (2/9). Sumber foto : BPBD Kota Surakarta

Faktakalbar.id - Kebakaran hebat yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Putri Cempo di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah, memaksa puluhan warga meninggalkan rumah mereka, Jumat (4/9/2026).

Insiden kebakaran yang berawal sejak Rabu (2/9) sore tersebut telah menghanguskan lahan seluas sekitar 3 hektare di Blok B, C, dan D.

Kembusan angin kencang di sekitar area pembuangan sampah terus memicu kepulan asap tebal hingga mengganggu permukiman warga terdekat.

Dampak dari pekatnya asap kebakaran tersebut membuat sebanyak 75 warga sekitar mengungsi ke Kantor Kelurahan Mojosongo.

Jumlah pengungsi diperkirakan masih bisa bertambah mengingat proses pendataan dampak bencana di lapangan terus berjalan.

Pihak kepolisian bersama instansi terkait hingga kini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti munculnya api.

Proses pemadaman di area TPA melibatkan armada gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta, BPBD Kabupaten Karanganyar, serta BPBD Kabupaten Boyolali.

Petugas di lapangan menyiramkan air secara masif sekaligus melakukan proses pendinginan untuk mencegah kemunculan titik api baru.

Posko dapur umum dan penyiapan kebutuhan dasar pengungsi seperti selimut, kasur, hingga masker telah disiagakan di lokasi pengungsian.

Di tempat terpisah, kebakaran lahan hutan juga terjadi di wilayah pulau luar yakni Pulau Dayan, Distrik Batanta Utara, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Kebakaran seluas 7,25 hektare di Raja Ampat tersebut diduga akibat aktivitas warga yang membakar lahan untuk pembukaan kebun baru.

Geografis kepulauan menjadi tantangan berat bagi tim gabungan dalam memobilisasi sarana pemadaman menuju Pulau Dayan.

Meski demikian, penanganan karhutla di dua wilayah lainnya seperti Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Kutai Kartanegara dilaporkan telah berhasil padam total.

Pemerintah menghimbau warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar demi mencegah rentetan insiden kebakaran di musim kering.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK