faktakalbar

Kebijakan Fiskal Prabowo Picu Eksodus Modal Asing, Pasar Modal Kehilangan Rp1.300 Triliun

Penulis: Redaksi Saturday, 31 January 2026 📖 2 menit
Kebijakan Fiskal Prabowo Picu Eksodus Modal Asing, Pasar Modal Kehilangan Rp1.300 Triliun
Faktakalbar.id, NASIONAL – Arus keluar modal asing dari pasar keuangan Indonesia meningkat tajam seiring munculnya kekhawatiran investor terhadap arah kebijakan ekonomi di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ketegangan pasar ini memuncak pada Jumat (30/1/2026) dengan pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman. Sentimen negatif investor asing dipicu oleh langkah pemerintah yang memperlebar defisit fiskal serta meningkatnya intervensi negara dalam pasar keuangan. Kondisi ini diperparah oleh guncangan pada kepercayaan pengelolaan fiskal pasca pemecatan mendadak Menteri Keuangan kawakan, Sri Mulyani Indrawati, tahun lalu, yang kemudian disusul penunjukan keponakan Presiden, Thomas Djiwandono, ke jajaran bank sentral bulan ini. Baca Juga:  Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara Mengundurkan Diri, Ungkap Masalah Anggaran Eksodus modal asing ini telah memicu jatuhnya nilai pasar saham Indonesia hingga lebih dari US$80 miliar atau setara Rp1.300 triliun. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan dua hari terdalam sejak April lalu, dengan kontraksi lebih dari 8 persen pada Rabu dan Kamis. Kondisi tersebut membuat penyedia indeks global, MSCI, memberikan peringatan keras. Indonesia berisiko turun kasta dari status emerging market menjadi frontier market apabila tidak segera membenahi struktur kepemilikan bisnis dan transparansi perdagangan saham. “Para pembuat kebijakan ingin memperbaiki ini. Pemerintah memiliki insentif kuat untuk menyelesaikan persoalan ini karena arus keluar sistemik akan sangat besar dan dapat berdampak signifikan terhadap pasar,” ujar Paul Dmitriev, analis senior dan manajer portofolio bersama di Global X ETFs. Data bursa menunjukkan investor asing telah melakukan penjualan bersih sekitar US$645 juta (Rp10,8 triliun) hanya dalam kurun waktu dua hari. Secara kumulatif sepanjang tahun 2025, total modal asing yang keluar dari saham Indonesia telah mencapai US$1 miliar (Rp16,8 triliun). Tekanan terhadap kebijakan ekonomi ini juga berimbas pada mata uang nasional. Rupiah sempat melemah ke level rekor terendah di angka 16.985 per dolar AS pada pekan lalu, sebelum akhirnya bergerak di kisaran 16.800. Sebagai langkah darurat untuk meredam kekhawatiran investor, otoritas Indonesia telah mengumumkan serangkaian kebijakan, termasuk penggandaan persyaratan saham free float bagi perusahaan terdaftar menjadi 15 persen. Pemerintah berharap langkah-langkah ini dapat segera diterapkan sehingga persoalan kasta pasar modal ini dapat diselesaikan pada Maret mendatang. Baca Juga:  IHSG Hancur, Dirut BEI Resmi Mundur Hari Ini (Mira)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK