faktakalbar

Kecoa, Bau, dan Musik Dugem: Derita Warga di Belakang Hotel Gajahmada dan Avara

Penulis: Redaksi Wednesday, 16 July 2025 📖 2 menit
Kecoa, Bau, dan Musik Dugem: Derita Warga di Belakang Hotel Gajahmada dan Avara
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Sejumlah warga RT 04 RW 10 Kelurahan Benua Melayu Darat , Kota Pontianak, mengeluhkan dampak aktivitas operasional dua hotel ternama, yakni Hotel Avara dan Hotel Gajahmada , yang dinilai telah mengganggu kenyamanan dan lingkungan permukiman mereka. Salah satu warga, Oji, mengatakan bahwa berbagai persoalan telah lama dibiarkan tanpa respons berarti dari pihak manajemen hotel. “Setiap kali mereka semprot serangga, ratusan kecoa lari masuk ke rumah kami. Belum lagi bau limbah yang menyengat dari belakang Hotel Gajahmada,” kata Oji kepada Faktakalbar.id, Rabu (9/7). Menurut Oji, pemagaran sepihak saluran parit umum di belakang hotel juga menjadi penyebab banjir di lingkungan warga, karena air dari drainase rumah tak bisa lagi mengalir lancar. Baca Juga:   Polda Jabar Bongkar Kasus TPPO ke Singapura: 6 Bayi Diselamatkan, 5 Asal Pontianak Ia menyebut pemagaran itu dilakukan sepihak oleh pihak hotel diduga tanpa koordinasi dengan warga sekitar. Selain itu, ia menuturkan adanya kejadian jatuhnya bagian jendela hotel ke atap rumah warga. Meski tidak memakan korban, insiden tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang standar keselamatan bangunan. "Yang lebih mengganggu lagi, musik dugem dari lantai atas Hotel Avara terdengar keras sampai lewat tengah malam. Kami tidak bisa tidur,” tambahnya. Keluhan juga mengarah pada dugaan pembuangan limbah hotel yang tidak dikelola dengan baik. Oji menyebut bau tak sedap sering muncul dari area belakang hotel. Warga menduga limbah dapur dan kamar mandi mengalir langsung ke lingkungan mereka. Oji dan warga lainnya mengaku sudah berulang kali menyampaikan protes, namun tidak pernah mendapat tanggapan. Baca Juga:   Pontianak Juara Aksi Konvergensi Stunting se-Kalbar 2024 “Kami tidak menolak usaha orang. Tapi tolong, jangan ganggu kenyamanan hidup kami, atau apakah memang sengaja buat kami tidak nyaman supaya kami pindah,” ucapnya. "Dan masih banyak masalah lain seperti kabel besar yang ditanam di dekat pemukiman," tutup Oji. Warga kini menuntut pihak hotel untuk segera memperbaiki sistem limbah, membuka kembali akses drainase, mengendalikan polusi suara, serta bertanggung jawab atas segala potensi bahaya bangunan yang mengarah ke rumah warga. Mereka juga mendesak pemerintah kota untuk turun tangan memeriksa Sertifikat Laik Fungsi (SLF) kedua hotel. Pihak Hotel Avara dan Hotel Gajahmada, yang berada di bawah satu manajemen, tidak dapat dikonfirmasi hingga berita ini diterbitkan. Baca Juga:   Pemkot Pontianak Perbarui MoU dengan Untan untuk Perkuat Pembangunan Berbasis Kajian Ilmiah Faktakalbar.id telah dua kali mendatangi lokasi. Pada Jumat (11/7), pihak resepsionis meminta wartawan kembali pada Senin (14/7) karena manajer sedang tidak berada di tempat. Namun, saat kembali pada hari yang dijanjikan, pihak hotel kembali menyatakan bahwa manajer belum bisa ditemui. (dhn)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK