faktakalbar

Kejar Piagam Adipura, Pemkot Pontianak Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Bersatu Atasi Sampah

Penulis: Redaksi Friday, 22 August 2025 📖 2 menit
Kejar Piagam Adipura, Pemkot Pontianak Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Bersatu Atasi Sampah
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Setelah dua tahun berturut-turut berhasil meraih Sertifikat Adipura, Pemerintah Kota ( Pemkot ) Pontianak kini menargetkan penghargaan tertinggi di bidang kebersihan, yaitu Piagam Adipura. Untuk mencapainya, Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menegaskan bahwa kebersihan kota bukanlah semata-mata tanggung jawab pemerintah. Baca Juga: Hadapi 400 Ton Sampah Harian, Sekda Pontianak Ajak Warga Gencarkan Pilah Sampah dari Rumah Menurutnya, partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha dan pendatang, adalah kunci utama keberhasilan. Tanpa kesadaran kolektif, semua upaya yang dilakukan pemerintah akan sia-sia. “Kalau hanya menata wajah kota supaya terlihat bagus tanpa kesadaran masyarakat, upaya kita dianggap gagal,” ungkap Bahasan usai membuka Sosialisasi Konsep Baru Adipura di Aula SSA Kantor Wali Kota, Kamis (21/8/2025). Sebagai langkah strategis, Pontianak telah mendapatkan hibah senilai Rp207 miliar dari Bank Dunia. Dana ini akan digunakan untuk membangun sistem pengelolaan sampah Kota Pontianak berbasis industri yang modern. Proyek ini dijadwalkan dimulai pada 2026 dan ditargetkan beroperasi penuh pada 2028, dengan potensi menghasilkan energi listrik. “Ini bentuk penghargaan internasional bagi Pontianak. Tugas kita memastikan dana tersebut benar-benar bermanfaat bagi lingkungan dan warga,” katanya. Sejalan dengan itu, konsep baru Adipura 2025 menekankan tiga komponen utama: anggaran, keterlibatan masyarakat, dan pembangunan infrastruktur. Baca Juga: Pemkot Pontianak Wajibkan Usaha Kuliner Kelola Sampah Mandiri, Ini Aturannya Bahasan berharap seluruh aparat pemerintah, mulai dari tingkat kota hingga RT/RW, memiliki visi yang sama untuk mewujudkan target tersebut. “Kalau semua pihak bergerak dengan satu pemahaman, mulai dari camat, lurah, sampai pengurus lingkungan, hasilnya akan jauh lebih maksimal,” tegasnya. Upaya yang telah berjalan menunjukkan hasil positif. Dalam tiga tahun terakhir, volume sampah harian di Pontianak berhasil ditekan dari sekitar 400 ton menjadi 200-300 ton per hari berkat program pemilahan dan bank sampah. Bahasan juga mengaitkan kebersihan lingkungan dengan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. “Menjaga kebersihan adalah bagian dari iman sekaligus perintah agama. Kalau lingkungannya kotor, kesehatan warga pun terancam,” imbuhnya. Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Syarif Usmulyono, menjelaskan bahwa penilaian Adipura tahun ini akan jauh lebih ketat. Tim penilai tidak lagi hanya memantau titik-titik yang telah disiapkan, melainkan akan menilai kondisi kebersihan kota dalam aktivitas sehari-hari. “Kalau sebuah daerah masih bisa meraih sertifikat, apalagi piagam Adipura, itu berarti kotanya benar-benar hebat soal kebersihan,” ujarnya. Untuk menyukseskan target ini, sosialisasi digencarkan dengan melibatkan berbagai elemen, mulai dari akademisi, sekolah, hingga kelompok swadaya masyarakat. Baca Juga: Novo Club Ajak Ubah Pola Pikir Sampah Lewat Aksi Lingkungan di Pontianak Usmulyono berharap, perbaikan dalam pengelolaan sampah Kota Pontianak tidak hanya dilakukan untuk meraih penghargaan, tetapi juga menjadi budaya dan gaya hidup warga. “Mendapatkan Adipura tidak bisa hanya oleh pemerintah. Semua elemen masyarakat harus terlibat supaya persepsi kita tentang sampah sama dulu,” tutupnya. (*Red/Kominfo/Prokopim)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK