Kekeringan Melanda Penajam Paser Utara, 456 KK Terdampak Krisis Air Bersih
Faktakalbar.id - Bencana kekeringan parah melanda Desa Babulu di Kecamatan Sebakung Jaya, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Faktakalbar.id - Bencana kekeringan parah melanda Desa Babulu di Kecamatan Sebakung Jaya, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Dampak penurunan curah hujan yang drastis ini dilaporkan telah mengganggu ketersediaan air bersih bagi 456 kepala keluarga di wilayah tersebut.
Krisis air bersih akibat musim kemarau tersebut tercatat mulai memburuk dan dirasakan warga sejak Senin (31/8/2026) lalu.
Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara melalui BPBD setempat bergerak cepat melakukan tindakan penanganan darurat di lokasi terdampak kekeringan.
Petugas penanggulangan bencana terus menyalurkan pasokan air bersih guna memenuhi kebutuhan dasar harian masyarakat yang terdampak krisis.
Hingga Rabu (2/9/2026) pagi, tim BPBD mencatat sebanyak 62.000 liter air bersih telah berhasil didistribusikan kepada pemukiman warga.
Penyaluran air bersih diprioritaskan untuk kebutuhan konsumsi harian serta memasak warga yang mulai kehabisan cadangan air sumur.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengimbau warga agar menghemat penggunaan air serta menyimpan cadangan air untuk kebutuhan yang mendesak.
Masyarakat yang mengalami kesulitan pasokan air bersih diminta segera menghubungi aparat desa atau posko BPBD untuk mendapat bantuan tangki.
BMKG memprakirakan kondisi cuaca kering di wilayah Kalimantan Timur masih akan berlangsung dalam beberapa pekan ke depan.
BPBD Penajam Paser Utara menyiagakan armada truk tangki tambahan untuk mengantisipasi meluasnya wilayah yang terdampak bencana kekeringan ini.
Pemerintah daerah mengimbau warga tetap tenang dan mengikuti petunjuk resmi penanganan bencana dari instansi berwenang di lokasi kejadian.
Kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga ketahanan air bersih selama periode musim kemarau tahun ini.
Upaya koordinasi dengan pihak pengelola air minum daerah terus ditingkatkan agar distribusi air ke pemukiman terdampak tetap berjalan lancar.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.