faktakalbar

Kelola Investasi Rp1 Triliun, BPKP Kalbar Wanti-wanti PDAM Pontianak Soal Mitigasi Risiko Limbah

Penulis: Redaksi Thursday, 05 February 2026 📖 1 menit
Kelola Investasi Rp1 Triliun, BPKP Kalbar Wanti-wanti PDAM Pontianak Soal Mitigasi Risiko Limbah
Faktakalbar.id, PONTIANAK – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kalimantan Barat memberikan peringatan serius kepada manajemen Perumdam Tirta Khatulistiwa (PDAM Pontianak) . Perusahaan daerah ini diminta tidak main-main dalam menyusun strategi mitigasi risiko, terutama terkait rencana besar pengembangan Sistem Pengolahan Air Limbah (SPAL) yang bernilai fantastis. Kepala Perwakilan BPKP Kalbar, Rudy M. Harahap, menegaskan bahwa manajemen risiko jangan hanya dianggap sebagai formalitas pemenuhan aturan semata. Lebih dari itu, hal ini adalah benteng pertahanan terakhir untuk menjaga akuntabilitas proyek-proyek strategis. "Akuntabilitas pengelolaan harus dijaga, terlebih nilai investasi SPAL diperkirakan mencapai Rp1 triliun. Risiko sistem, kebijakan, dan kepercayaan publik harus diantisipasi," tegas Rudy usai pertemuan pembahasan manajemen risiko, Selasa (20/1/2026). Baca Juga:  Perumdam Tirta Khatulistiwa Umumkan Pengurasan IPA 3 Imam Bonjol, Wilayah Jl. Tanjungpura Terdampak Bukan Hanya Air Bersih, Tapi Juga Limbah dan Sampah Rudy menyoroti beban kerja Perumdam yang kian kompleks. Selain menyediakan air bersih, Perumdam kini menjadi tumpuan Pemerintah Kota Pontianak dalam pengelolaan tagihan ( billing ) retribusi sampah dan ke depannya, pengelolaan air limbah terpadu. Tanpa peta risiko yang jelas mulai dari aspek keuangan, SDM, hingga sosial, BPKP khawatir program strategis bernilai triliunan rupiah tersebut berpotensi gagal di tengah jalan. Wali Kota Soroti Kebocoran Pipa yang Masih Tinggi Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengakui bahwa manajemen risiko sangat krusial untuk membedah masalah teknis di lapangan. Ia secara spesifik menyoroti tingkat kebocoran air ( Non-Revenue Water ) PDAM yang masih tinggi, yakni di angka 30,6 persen. "Air bersih adalah kebutuhan mendasar. Saya minta kebocoran jaringan bisa ditekan hingga di bawah 28 persen," perintah Edi kepada jajaran direksi PDAM. Menanggapi hal tersebut, Direktur Perumdam Tirta Khatulistiwa, Abdullah, menyatakan kesiapannya untuk didampingi BPKP. Ia menyadari kompleksitas rantai pasok air dari hulu Sungai Kapuas hingga ke pelanggan memiliki celah risiko yang harus ditutup sejak dini. Baca Juga:  Perumdam Tirta Khatulistiwa Jadwalkan Pengurasan IPA 9 Imam Bonjol, Cek Daftar Wilayah Terdampak (Nala)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK