Keluhkan Polusi Udara Menahun, Warga Desa Nusapati Kembali Protes PT Kalimantan Kelapa Jaya
Faktakalbar.id, MEMPAWAH –
Sejumlah warga Desa Nusapati, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, kembali menyuarakan kekecewaan mereka pada Rabu (10/12/2025).
Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap aktivitas
PT Kalimantan Kelapa Jaya
yang dinilai memberikan dampak negatif langsung bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.
Baca Juga:
Ratusan Warga Desa Teluk Bayur Gelar Demo Tuntut Hak Atas Lahan yang Disengketakan dengan PT Prakarsa Tani Sejati
Masalah utama yang dikeluhkan warga adalah dugaan pencemaran lingkungan yang sudah berlangsung lama.
Salah seorang warga setempat, Kasmansyah, mengungkapkan bahwa polusi udara di sekitar area perusahaan telah dirasakan sejak bertahun-tahun lalu tanpa solusi konkret.
“Dari zaman saya kuliah tahun 2008 sampai sekarang pencemaran lingkungan sekitar area masyarakat setempat yang berdampak langsung terutama pencemaran udara,” ujar Kasmansyah.
Selain masalah polusi, warga Desa Nusapati juga menuntut tanggung jawab sosial perusahaan.
Mereka mempertanyakan minimnya kontribusi atau kompensasi dari perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak langsung oleh aktivitas operasional pabrik.
“Coba dipertanyakan apakah pernah memberikan tali asih atau kompensasi akibat dampak lingkungan terhadap masyarakat sekitar. Kalau tidak ada kontribusi, wajar-wajar saja masyarakat sekitar area yang berdampak demo menyuarakan haknya mereka,” tegas Kasmansyah.
Kekecewaan warga tidak berhenti di situ. Dalam aspirasinya, warga juga menduga bahwa pihak perusahaan telah menggunakan wilayah jalan umum milik warga sebagai akses utama operasional perusahaan.
Baca Juga:
Ratusan Warga Batu Ampar Demo Kantor Desa, Protes Kapal Pengangkut Arang Ditahan Lantamal XII
Isu lain yang mencuat adalah mengenai proses perekrutan karyawan perusahaan yang dinilai tidak berpihak kepada tenaga kerja lokal di sekitar lokasi pabrik.
Aksi protes ini menjadi akumulasi kekesalan warga yang merasa hak-hak mereka sebagai masyarakat lingkar tambang terabaikan selama bertahun-tahun.
(*Red)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.